Bunda Ida: Selaku Warga Negara Sepatutnya Kita Mampu Menjaga Aset Milik Bangsa

Dari kiri: Ibu Nunik utusan Kemenpora, ibu sri, Ibu Ida berjilbab baju loreng, berfose dg ibu2 peserta tari poco-poco.

Depok, Djapos.com – Dalam rangka untuk mempersiapkan menuju Guinness World of Records (GWR) dan sekaligus untuk memperjuangkan tari poco-poco sebagai milik Indonesia pada tanggal 5 Agustus mendatang, Grup Yayasan Mahkota Dewa Lima, mengadakan giat Gladi Resik (GR) di taman bunga Wiladatika Cibubur, Depok, Jawa Barat, Rabu, (25/7/2018).

Menurut Bunda Ida selaku pimpinan Grup Yayasan Mahkota Dewa Lima, latihan ini dianggap perlu, agar dapat terus meningkatkan semangat dalam upaya untuk meraih kemenangan. Selain itu juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi serta mendukung hajat perhelatan pemecahan rekor dunia ini. Selain itu, juga mempertegas kalau tari poco-poco itu adalah milik bangsa dan juga merupakan aset kekayaan budaya bangsa Indonesia.

“Tari poco-poco merupakan tari senam khas bangsa Indonesia, asli milik Indonesia. Sebagai karya anak bangsa. Maka sepatutnyalah kita terpanggil selaku warga negara, untuk menjaga aset bangsa ini. Sehingga dengan adanya pemecahan rekor dunia tari Poco-poco yang akan di catat oleh dunia internasional, tentu akan dapat mempertegas kekayaan budaya bangsa, dan pada akhirnya menutup peluang negara lain untuk mengklaim karya anak bangsa ini. Ini adalah ibu-ibu yang punya semangat, memiliki jiwa juang untuk Indonesia, dan kita menjalankan perintah Negara,” tegasnya kepada Wartawan dengan nada berapi-api dan ia menegaskan tidak ingin kalau tari senam poco-poco di aku-aku oleh Negara lain sebagai tarian milik mereka..

Sementara itu di kesempatan yang sama, Ibu Nunik utusan dari pihak Kemenpora mengaku sangat bangga dan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para ibu-ibu peserta yang sudah mau meluangkan waktu untuk melakukan Gladi Resik latihan Tari Poco-Poco dengan semangat 45 nya.

“Gerakan latihannya sudah cukup bagus dan kompak. Mereka memiliki semangat 45.  Kemenpora dalam hal ini, tentu akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai rekor tersebut. Kami akan mendorong dan menyokong mereka, untuk selalu optimis dan bersemangat, agar tari poco-poco tidak di klaim negara lain. Karena mereka semua akan turut berpartisipasi mengukir sejarah dalam pemecahan rekor dunia (GWR) Tari Poco-Poco pada tanggal 5 Agustus 2018 mendatang,” paparnya.

Nunik juga menambahkan, bahwa pemecahan rekor (GWR) Tari Poco-Poco ini, selain dapat mengukir sejarah, juga dapat meningkatkan harga diri bangsa Indonesia, dalam upaya melestarikan budaya Indonesia, serta turut berperan nyata meningkatkan Industri Pariwisata Indonesia melalui olahraga rekreasi masyarakat.

 

Reporter : GFT

Foto : dok/DJP/GFT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *