BKPPD Kab Bekasi Cabut Surat Pernyataan, ASN yang Nyaleg ‘Mundur’

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Drs. H. Aspuri, M.Pd

Cikarang Pusat, Djapos.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Drs. H. Aspuri, M.Pd, membatalkan niatnya untuk maju sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Pemilu 2019 dan memilih untuk tetap meneruskan karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hanya tersisa beberapa pekan lagi.

Dihubungi melalui telfon seluler, Aspuri mengakui apabila dirinya telah mengundurkan diri sebagai Bacaleg dari Partai Nasdem di pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali itu. “Iya mundur gue sebagai Bacaleg. Gak boleh gue ikutan. Gue mundur, mundur,” kata Aspuri, Rabu (08/8/2018).

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, Idham Kholik membenarkan akan informasi mengenai pengunduran diri Aspuri sebagai Bacaleg.

“Partai Nasdem Kabupaten Bekasi secara resmi telah menyampaikan surat pengunduran diri yang bersangkutan dan kini nama Bacaleg dari Partai Nasdem tersebut nantinya tidak ada dalam Daftar Calon Sementara (DCS) dan akan dikosongkan,” kata Idham, Kamis (09/8/2018).

Informasi yang diterima djapos.com, BKPPD Kabupaten Bekasi telah melayangkan surat kepada Aspuri perihal Pencabutan Surat Keterangan Pernyataan Pengunduran Diri yang digunakannya sebagai persyaratan administrasi ke KPU Kabupaten Bekasi.

Surat yang dikeluarkan BKPPD Kabuapten Bekasi.

Dalam surat dengan Nomor : 800/2868-BKPPD/2018 tertanggal 08 Agustus 2018 yang ditandatangani Kepala BKPPD, Oded, S. Yahya itu tertulis sebagai berikut : “Sehubungan dengan belum terpenuhi kelengkapan berkas pengunduran diri Saudara sebagai Pegawai Negeri Sipil dalam rangka mendaftarkan diri sebagai calon Anggota Legislatif (DPRD), dengan ini kami mencabut surat keterangan Kepala BKPPD Nomor : 800/2572-BKPPD/2018 tanggal 19 Juli 2018. Selanjutnya Saudara agar mematuhi ketentuan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor: 11 Tahun 2017 tentang Pegawai Negeri Sipil”.

Sekretaris BKPPD Kabupaten Bekasi Hanief Zulkifli menjelaskan, keputusan itu diambil Aspuri setelah BKPPD memanggil dan memintanya untuk menentukan sikap dengan memberikan option memilih sebagai Bacaleg atau mundur diri sebagai ASN.

”UU ASN itu jelas melarang ASN terlibat politik praktis dan memiliki Kartu Anggota Partai Politik. Dan hal ini ternyata telah dilakukan Pak Aspuri,” kata Hanief, Rabu (08/08/2018).

Dari hasil pemanggilan tersebut, sambungnya, Aspuri bersedia untuk mengundurkan diri sebagai Bacaleg sehingga statusnya sebagai ASN tidak hilang melainkan hanya menunggu masa pensiunnya saja sebagai ASN yang akan jatuh pada awal September 2018 nanti.

“Pensiunnya kan terhitung awal September dan sekarang baru Agustus tetapi yang bersangkutan sudah terdaftar sebagai anggota partai politik. Tentu hal tersebut tidak diperkenankan,” ungkapnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

 

Baca Beria Sebelumnya :

Ada ASN Nyaleg Belum Undur Diri, BKPPD Kab Bekasi Belum ‘Bersikap’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *