Jembatan Tegal Gede Tahap Dua Dilanjutkan

Kepala Dinas PUPR, Jamaludin saat meninjau pelaksanaan pembangunan jembatan.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Pembangunan jembatan layang Tegal Gede Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi akhirnya dilanjutkan. Jembatan yang menghubungkan Jalan Inpeksi Kalimalang itu akhirnya kembali dikerjakan setelah dua tahun menganggur.

“Sekarang sudah dikerjakan, tidak ada masalah. Tadi kami cek, sudah masuk dalam tahap peregangan sebelum nantinya disambung antara sisi yang satu dengan yang lainnya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, Jamaludin, usai memantau pelaksanaan pembangunan, Kamis (20/9/2018).

Jembatan Tegal Gede beralokasi di Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan. Jembatan itu terbilang strategis karena dapat menghubungkan jalur Kalimalang dari Kota Bekasi hingga Karawang. ”Sejak beberapa pekan lalu proses lelang sudah dilakukan dengan anggaran Rp 20,9 miliar dan sudah dapat pemenangnya maka langsung dikerjakan,” kata dia.

Seperti diketahui, Jembatan Tegal Gede sebenarnya pertama kali dibangun 2016. Pada tahap pertama, pembangunan jembatan sebenarnya telah  sampai pada pendirian dua pilar dari sisi kanan dan kiri. Pembangunan jembatan kemudian dilanjutkan pada 2017 dengan target agar jembatan dapat digunakan bagi para pemudik, khususnya yang menggunakan jalur alternatif Kalimalang. Hanya saja, pembangunan gagal dilakukan lantaran proses lelang batal.

Diungkapkan Jamal, jembatan Tegal Gede dibangun empat lajur untuk dilintasi oleh dua jalur kendaraan. “Jadi kalau dilintasi kendaraan besar tidak masalah karena kondisinya sudah mumpuni,” ucap dia.

Masih menurut Jamaludin, selain jembatan, Pemkab Bekasi pun tengah membangun pelebaran Jalan Kalimalang, tepatnya dari titik pendaratan jembatan hingga Pasar Tegal Danas. Selain pelebaran, dibangun pula trotoar bagi pejalan kaki.

Hanya saja, proses pelebaran masih terkendala dengan keberadaan bangunan liar. “Kendalanya memang keberadaan bangunan liar, namun tadi kami sosialisasikan pada penghuni bangunan liar itu. Pada prinsipnya mereka bersedia pindah. Kami sampaikan apabila sulit membongkar, kami akan siapkan alat berat, namun katanya mereka siap membongkar. Jadi sudah tidak ada permasalahan,” ujarnya lagi.

Sekretaris Dinas PUPR, Iman Nugraha mengatakan, pembangunan jembatan menjadi salahsatu proyek besar yang dikerjakan tahun ini. Selain itu, Dinas PUPR pun tengah membangun sejumlah pembangunan infrastruktur jalan yakni Pelebaran Jembatan Wanasari – CBL dengan anggaran Rp 9,9 miliar, peningkatan struktur jalan Pantai Bhakti-Cabangbungin (Rp 10 miliar), peningkatan struktur jalan Pantai Harapan Jaya (Rp 6,1 miliar) dan pembangunan utilitas saluran, trotoar ruas Jalan Tegal Gede – Tegal Danas (Rp 8,9 miliar).

Pembangunan dengan skala besar lainnya, kata Iman, berada di bidang bangunan negara. Di antara bangunan tersebut yakni Pembangunan Gedung Unit Layanan Pengadaan Kab Bekasi senilai Rp 22,9 miliar, pembangunan unit sekolah baru SDN Lambangsari 05 (Rp 15,2 miliar), pembangunan unit sekolah baru SMPN 3 Karang Bahagia (Rp 15,2 miliar) dan pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi (Rp 9,9 miliar).

“Itu untuk anggaran yang relatif besar. Keseluruhannya sudah dilakukan lelang dan tengah dalam pengerjaan. Dalam proses pembangunannya tidak ada masalah. Untuk itu kami berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu,” ucapnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *