Kalapas Cikarang, Kadek : Pidana Bagi Pecandu Dinilai Keliru

Hukuman Penjara Justru Menambah Masalah

Kepala Lapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta didampingi perwakipan Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi dan perwakilan BNK Kabupaten Bekasi saat jumpa pers usai melakukan pemusnahan barang bukti.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Hukuman pidana bagi para pecandu narkoba dinilai keliru. Mereka yang ketergantungan seharusnya tidak divonis penjara melainkan direhabilitasi. Hukuman penjara dianggap tidak dapat membuat pecandu sadar, namun justru menambah masalah baru.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III A Bekasi (Cikarang), Kadek Anton Budiharta mengatakan, bagi mereka yang tengah memasuki fase ketergantungan, narkoba menjadi suatu kebutuhan pokok. Untuk itu, tidak jarang mereka bakal melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhannya.

“Pengguna narkoba yang ditempatkan di lapas dia akan berupaya segala cara, sekuat tenaga amencari barang karena sudah ketergantungan. Mereka akan berupaya menyuap petugas, bahkan bagi yang sudah sangat ketergantungan, membunuhkan orang bisa dia akan lakukan. Maka dari itu ditempatkan di lapas bukan penyelesaian masalah, malah menimbukan masalah baru,” kata dia usai sosialisai narkoba bersama Badan Narkotika Kabupaten Bekasi di Lapas Cikarang, Jumat (21/9/2018).

Kadek mengatakan, pihaknya kerap menangani sejumlah kasus para pecandu narkoba yang berulah di dalam lapas. Ulah yang dilakukan di antaranya berhalusinasi hingga menyerang petugas dan warga binaan lain.

“Mereka jika sudah menemukan titik ketergantungan sering berhalusinasi. Mereka berhalusinasi sehingga membayangkan melihat warga binaan lain seperti melihat sesosok yang misterius sehingga si pecandu ini menyerang warga binaan tersebut, kemudian berbagai ulah lainnya,” kata dia.

Menurut Kadek, seharusnya mereka yang telah ketergantungan tidak ditempatkan di dalam lapas, melainkan dilakukan rehabilitasi. Anton pun mengakui tidak bisa berbuat banyak terhadap para pecandu ini selain melakukan pengawasan penuh.

“Kami sendiri tidak memiliki program ataupun kemampuan rehabilitasi. Yang kami lakukan memisahkan mereka yang ketergantungan agar tidak membahayakan yang lain. Walaupun memang sebaiknya mereka ini direhabilitasi,” ucapnya.

Selain ulah yang membahayakan, masalah lainnya, banyaknya pecandu pun mengundang narkoba beredar di dalam lapas. Terlebih di Lapas Cikarang dengan mayoritas warga binaan berasal dari kasus narkoba.

“Dari 1.644 warga binaan, sebanyak 937 warga kasusnya narkoba. Makanya potensi barang masuk tinggi karena tentu peminatnya banyak. Ini masalah lainnya. Namun kami lakukan pengawasan ketat, baik dari pengunjung bahkan petugas, agar tidak ada barang yang masuk,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pemusnahan barang hasil razia sejak Februari hingga Agutus di seluruh blok di lapas. Didapat telepon seluler sebanyak 200 unit, headset (120), powerbank (98), charger (125), kabel listrik (27) serta terdapat pula senjata tajam yang dibuat dari sikat gigi sebanyak 30 buah.

Dikatakan Kadek, saat ini tren peredaran narkoba mulai berubah. Anton memastikan tidak ada narkoba yang beredar di dalam lapas. Namun, yang menjadi perhatian penuh saat ini yakni masih didapatinya ponsel yang diselundupkan ke dalam lapas. Dikatakan Anton, keberadaan ponsel dapat lebih berbahaya ketimbang narkoba.

“Ini yang kami prioritaskan keberadaan ponsel ini. Ponsel ini bisa menjadi alat mereka mengendalikan narkoba. Maka dari itu, kami lakukan pembersihan dengan razia rutin. Ini hasil dari razia yang kami lakukan rutin sebanyak 4 sampai 5 kali seminggu,” ucap dia.

Dari hasil razia, diketahui terdapat sejumlah pintu masuk barang yang dilarang seperti diselundupkan oleh pengunjung, ada permainan oknum petugas hingga diselundupkan dari barang logistik yang masuk. “Ini sedang kami selidiki lebih lanjut. Ada potensi juga dari barang industri yang masuk atau bahkan dari petugas,” ucap dia.

Selain sosialisasi dan pemusnahan barang terlarang, dilakukan juga tes urin kepada warga binaan secara acak.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *