Warga Karang Bahagia Ngeluh, Baru Sehari Proyek Peningkatan Jalan Sudah Pada Retak

GMBI Distrik Kab Bekasi Minta Kadis PUPR Untuk Bertindak Tegas Kepada Kontraktor Nakal

Kondisi jalan yang baru sehari di cor, sudah pada retak.

Karang Bahagia, Djapos.com – Proyek peningkatan jalan yang berada di Jalan Lintas Proklamator, tepatnya di Kampung Pendey RT 004/02 Desa Karangsetu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru juga satu hari dicor sudah pada retak. Ini dapat dilihat di bagian sisi pinggir dan tengah jalan yang merupakan proyek peningkatan jalan yang bersumber dari dana APBD Tahun 2018.

Menurut pengakuan warga sekitar, jalan yang baru dicor pada Rabu 26 September 2018 hingga  Kamis 27 September 2018 malam itu belum juga digunakan “Tapi kok sudah pada retak retak ya? Padahal jalan itu baru satu hari dicor. Selain itu beton yang sudah mengering juga kita bantu siram dengan air biar tidak retak terkena panas tapi tetap saja tuh beton pada retak keesokan harinya,” ujar beberapa warga yang merasa sangat kecewa dengan proyek jalan yang terkesan asal-asalan.

Asri selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) menjelaskan terkait penggunaan mutu beton, bahwa dirinya sudah mempertanyakan kualitasnya dan juga sudah lihat surat jalan dari Batching Plant nya yang ternyata menggunakan K350.

“Nanti coba kita konfirmasi lagi dan kita kirim foto keretakan betonnya ke pihak Plant. Terus kita tunggu jawaban dari pihak Plant, bilaperlu kita minta pihak Plant untuk datang kroscek langsung ke lapangan,” kata Asri saat dimintai tanggapannya oleh djapos.com.

Masih menurut Asri, bahwa ini masih paket pertama karena masih ada paket selanjutnya. “Untuk panjang kurang lebih 195 meter dan lebar 5 meter, yang di sana itu lebarnya memang tidak sampai 5 meter terus di CCO dan ditambahin lagi panjangnya kurang lebih 8 meter,” jelasnya lagi.

Ketua Investigasi LSM GMBI, Aditiya.

LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) akhirnya angkat bicara terkait dugaan banyaknya proyek ‘bermasalah’ yang dikerjakan oleh kontraktor ‘nakal’, namun sejauh ini belum juga ada tindakan tegas yang diberikan oleh Kepala Dinas PUPR. Seperti memberikan efek jera berupa sanksi Back List ke perusahaan atau perorangan.

‘Kami selaku lembaga kontrol tidak akan tinggal diam dan kami akan terus melakukan pengawalan disetiap kegiatan PUPR hingga sampai ketahap pencairan nanti. GMBI juga menghimbau kepada Kepala Dinas PUPR agar lebih transparan dalam memberikan informasi mengenai prensentase pembayarannya kepada publik. Dan untuk sanksi tegasnya pun juga haruslah jelas,” kata Aditiya selaku Ketua Investigasi LSM GMBI, saat wawancara di ruang kerjanya, Sabtu (29/11/2018).

Lanjut Aditya, GMBI akan turun tangan mengawal sampai tuntas mengenai paket kegiatan proyek peningkatan jalan yang saat ini dikerjakan di Jalan Lintas Proklamator, tepatnya di Kampung Pendey RT 004/02 Desa Karangsatu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tersebut.

“Paket Proyek itu diduga milik anaknya Anggota Dewan dari partai Demokrat yang sudah terkenal kerjaannya memang selalu amburadul semua. Selain itu, Pelaksana Proyek yang mengaku sebagai Wartawan, akan kita pertanyakan legalitasnya serta apa maksud dan tujuannya mengaku sebagai Wartawan” terang Aditiya lagi.

Masih kata Aditya, jika memang pihak Dinas PUPR tidak bisa memberikan kejelasan dalam kasus ini dan tidak bisa tegas maka pihaknya akan berkordinasi dengan pimpinan untuk mengambil langkah selanjutnya.

“Jika perlu kita akan turunkan massa untuk adakan orasi kejalan dan akan mempertanyakan tentang kinerja PUPR selama ini. Jangan sampai anggaran yang sudah dikucurkan begitu besar buat masyarakat oleh pemerintah daerah menjadi sia-sia belaka hanya dikarenakan pengerjaan proyek yang asal-asalan,” pungkasnya.

Reporter : R4Y

Foto : dok/DJP/R4Y

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *