CBD Meikarta Disinyalir Tidak Sesuai RTRW, Kabid Perizinan: Itu Kenakalan Mereka

CBD Meikarta Lippo Cikarang yang disinyalir menyalahi RTRW.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Pembangunan apartement dan pusat perbelanjaan di kawasan Orange Country Lippo Cikarang disinyalir menyalahi peruntukan. Sebab, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kawasan Orange County yang kini berganti nama menjadi Central Bussines District (CBD) Meikarta, diketahui berdiri di atas zona berwarna cokelat muda atau wilayah yang masuk kategori Lokasi Peruntukan Industri (LPI).

Meski demikian, pembangunan sejumlah apartemen di kawasan tersebut tetap dilakukan hingga saat ini. Bahkan, pusat perbelanjaan yang belum lama ini digunakan sebagai Marketing Galeri Meikarta itu telah beroperasi sejak beberapa tahun silam.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perizinan dan Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Muhammad Said mengatakan pihaknya tidak akan mengeluarkan perizinan apabila tidak sesuai peruntukannya.

Selain itu, ia juga menampik jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi telah mengeluarkan izin pembangunan untuk apartemen ataupun pusat perbelanjaan di kawasan tersebut. “Ah salah lihat kali. Kami tidak akan mengeluarkan izin kalau itu tidak sesuai peruntukannya,” kata dia Selasa (23/10/2018).

Kalaupun Pemkab Bekasi mengeluarkan izin, dirinya meyakini tidak akan menyalahi tata ruang.  “Pasti sesuai RTRW dan warnanya kuning, bukan yang lain. Itu bisa dipastikan karena kita sudah turun ke lokasi dan menentukan titik koordinatnya,” ujarnya.

Dalam peta RTRW lokasi CBD Meikarta yang sebelimnya bernama Orange County berwarna abu-abu atau kawasan Lokasi Peruntukan Industri.

Kalaupun pembangunan kawasan itu benar berada di zona LPI, Said berdalih itu adalah bentuk kenakalan pengembang. “Itu kenakalan mereka. Yang pasti kita tidak mengeluarkan izin apapun terhadap yang tidak sesuai peruntukan lahannya,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Informasi Publik Lippo Group, Danang Kemayan Jati mengatakan tidak ada yang salah dengan CBD Meikarta. Karena lokasinya strategis makanya disebut CBD Meikarta.

“Tidak ada yang salah (dengan CBD Meikarta). Karena lokasinya strategis, makanya disebut CBD Meikarta,” katanya.

Danang mengatakan, Meikarta terbagi dalam dua fase yakni fase komersial dan hunian, fase teknologi tingi industri.

“Meikarta fase pertama 84,6 hektare itu masuk dalam area komersial dan hunian. Fase kedua, sekitar 278 ha itu, masuk dalam hi tech industri di mana 55 persennya diperuntukkan untuk area supporting komersial, hunian dan lain-lain yang mendukung industri. Meikarta itu bagian yang tidak terpisahkan dari Lippo,” jelasnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *