Kasus Suap Meikarta, Hari Ini Tiga Kepala Dinas Pemkab Bekasi Dipanggil Penyidik KPK 5/5 (1)

Beberapa alat berat di lokasi pembangunan proyek Meikarta yang kini kasus dugaan suap perizinannya tengah ditangani KPK.

Jakarta, Djapos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap Meikarta kepada Bupati Non aktif Neneng Hasanah Yasin dan kempat anak buahnya dengan memanggil tujuh orang saksi, Jumat (02/11/2018).

Ketujuh saksi yang dimintai keterangan penyidik KPK, tiga orang diantaranya menjabat sebagai Kepala Dinas di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi, yakni Abdul Rofiq Kepala Dinas Perdagangan, Rohim Sutisna Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo Santik) dan Juhandi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Ketiga pejabat eselon II tersebut menjadi saksi bagi tersangka Billy Sindoro. Sedangkan untuk satu orang Sekretaris Dinas dipanggil untuk menjadi saksi tersangka Neneng Hasanah Yasin. Untuk diketahui Abdul Rofiq sebelumnya pernah mejabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Selain itu penyidik KPK juga memanggil Dadang Mohamad selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Kadis PMPTSP) Provinsi Jawa Barat serta Kristi Staf Keuangan dari Lippo Cikarang dan Meida Sekretaris Pribadi mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Toto Bartholomeus.

“Mereka dipanggil untuk bersaksi bagi tersangka BS (Billy Sindoro) dan NHY (Neneng Hassanah Yasin),” kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (02/11/2018).

Sebelumnya penyidik KPK juga sudah memanggil mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bekasi yang kini menjabat Sebagai Asisten Daerah (Asda III), M Suhup beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi soal pemanggilannya Suhub hanya sedikit berbicara. “Ente kan udah faham jadi ga usah di jawab lagi dah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/10/2018) lalu.

“Pokoknya semua gua udah serahkan yang menyangkut materi pemeriksaan, jadi kalau mau nanya lebih lanjut ke penyidik aja,”kata dia

Ditanya berapa lama di periksa KPK, Suhup mengatakan “Standarlah dengan waktu pemeriksaan saksi lainnya,” ucapnya.

Saat ditanya apakah akan siap jika di panggil kembali oleh penyidik KPK. “Wallahualam aja, yang pasti kalau di panggil siap datang,” kata dia.

Selain itu penyidik KPK sebelumnya juga memanggil Andi selaku Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan, Kepala Bidang Sukmawaty Karnahadijat, PNS pada Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Gilang Yudha B, PNS pada Dinas PMPTSP Pemkab Bekasi Entin.

Diketahui dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan 9 orang tersangka, Senin (15/10/2018) lalu. Neneng dan ke empat bawahannya diduga menerima Rp 7 miliar sebagai bagian dari fee fase pertama yang bernilai total komitmen fee Rp 13 miliar.

KPK juga menetapkan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sandoro, dua orang konsultan Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta staf Lippo Group Henry Jasmen sebagai tersangka.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *