Pekan Depan Bangli ‘Tempat Esek-Esek’ di Kalimalang Dieksekusi

Salahsatu bangli warung remang-remang di Kalimalang.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Penertiban bangunan liar (bangli) berkedok tempat prostitusi di Kalimalang akan ditertibkan. Penertiban itu akan dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi beberapa hari mendatang.

“Penertiban di Kalimalang akan dilakukan pekan depan selama tiga hari pada tanggal 13, 14 dan 15 November 2018. Penertiban akan dilakukan mulai dari Tegal Gede sampai perbatasan Kabupaten Karawang. Bangunan liar yang akan ditertibkan berada di dua sisi sungai Kalimalang,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya, Kamis (08/11/2018).

Seperti diketahui menjamurnya bangli diantara dua sisi Kalimalang mulai dari Tegal Gede hingga batas Karawang terjadi sejak beberapa tahun lalu. Hal itu juga diakui Satpol PP Kabupaten Bekasi.

“Sejak kapan saya kurang tahu. Saya masuk Satpol PP (bangli) sudah banyak banget itu. Dua tahun (menjamurnya bangli) mah lebih,” kata Hudaya.

Dikatakan dia, Satpol PP sudah berapa kali melakukan penertiban bangli di Kalimalang. “Kalau kata Pol PP yang lama itu (bangli) pernah ditertibkan. Tahun kemarin nggak, cuma beberapa tahun yang lalu ditertibkan,” ucapnya.

Selain warung remang-remang bangli di Kalimalang juga digunakan lapak limbah.

Selain Satpol PP juga mengetahui selain digunakan untuk lapak-lapak pedagang kaki lima dan lapak-lapak limbah, bangli juga digunakan untuk warung ‘remang-remang’ atau warung ‘esek-esek’.

“Yang jadi fokus utama (penertiban bangli) dari muspida adalah yang dipakai untuk warung remang-remang dan porsitusi. Sebetulnya yang paling meresahkan kan itu,” ujarnya.

Hudaya mengatakan bangunan liar yang akan ditertibkan itu berada di lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT). “Kriteria pembongkarannya bukan bangli porsitusi. Kegiatannya adalah pembongkaran bangunan liar. Jadi semuanya kita bongkar,” jelasnya.

Hudaya memastikan dalam proses penertiban ini pihaknya sudah menempuh prosedur atau tahapan yang harus dilalui.

“Sekalipun kemarin sempat terseok-seok dan prosesnya lama, tetapi sekarang kita sudah dapat surat permohonan penertiban bangli dari PJT, sudah didisposisikan ke Bupati dan sudah ada surat perintah dari Bupati (untuk penertibannya),” ucapnya.

“Jadi secara administratif sudah siap untuk dieksekusi dan peringatan juga sudah kita kita kirimkan,” sambung dia.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *