Bangli Tempat ‘Esek-Esek’ di Kalimalang Dibongkar Paksa

Alat barat diturunkan untuk membongkar bangli tempat ‘esek-esek di Kalimalang.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi membongkar paksa bangunan liar (bangli) yang digunakan sebagai warung remang-remang atau tempat ‘esek-esek’ di pinggiran Kalimalang Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/11/2018) pagi.

Sekitar 500 personel gabungan yang terdiri dari 200 personel Satpol PP, 200 personel Polres Metro Bekasi dan 100 personel Kodim mengamankan jalannya pembongkaran.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan, dari sekitar 300 bangli yang berada di pinggiran Kalimalang mulai dari batas Tegal Gede hingga batas Karawang, hari ini pihaknya menertibkan 60 bangli.

“60 bangli kita bongkar hari ini menyusul tidak di gubrisnya surat yang di sampaikan Satpol PP kepada pemilik bangli, mulai dari pemberitahuan, peringatan sampai ke pembongkaran,” kata dia.

Selain melanggar Peraturan Daerah (Perda), pembongkaran bangli dilakukan lantaran adanya pengaduan dari tokoh masyarakat dan agama dengan maraknya praktek prostitusi yang berlangsung selama ini.

Beberapa pemilik bangli mengamankan barang milik mereka yang dibongkar paksa Satpol PP.

Bangli yang membandel ini, kata Hudaya, dianggap telah melanggar  Perda nomor 4 tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, dimana keberadaanya mengarah pada warung remang-remang yang berkedok prostitusi.

“Yang jelas banyak sekali pelanggaran Perda yang dilanggar selain tribun ada pula mengarah pada asusila,” ucapnya.

Menurut dia, penertiban yang dilakukan Satpol PP sesuai standar Operasional Prosedur (SOP). “Sudah di penuhi Satpol PP. Mulai teguran satu sampai dengan tiga. Kemudian peringatan hingga pemberitahuan pembongkaran,” ujarnya.

“Usai dibongkar kita serahkan kepada pihak PJT (Perum Jasa Tirta) II. Yang jelas itu bukan domain Satpol PP selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Karena bagaimanapun juga lahan yang di bongkar bukan lahan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, sehingga keputusan mau diapakan lahan ini ada ranah PJT II,” tambah dia.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *