Tempat Karoke, Spa, Panti Pijat ‘Gak’ Dipungut Pajak, Ini Dia Capaian Pajak Hiburan Pemkab Bekasi

Foto Illustrasi.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Pendaptan asli daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dari sektor pajak hiburan telah mencapai Rp 11,9 miliar. Capaian tersebut terhitung hingga 31 Oktober 2018.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pembukuan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Akam Muharam mengatakan, pajak daerah lainnya terbagi dalam sembilan jenis pajak, di antaranya pajak hotel, restoran, reklame, penerangan jalan umum hingga hiburan. Khusus untuk pajak hiburan, Akam mengakui adanya penurunan setelah sejumlah objek pajak dilarang beroperasi, seperti panti pijat, spa hingga karaoke.

“Sejak April 2016 kan memang sudah tidak dipungut karena usaha tersebut dilarang sesuai Perda Pariwisata, jadi memang ada pengaruh,” kata dia, Kamis (29/11/2018).

Untuk diketahui, meski dilarang, sejumlah tempat hiburan sebenarnya masih beroperasi, sayangnya tidak ada PAD yang masuk karena larangan tersebut.

Meski begitu, pajak hiburan mendapat suntikan pendapatan setelah Stadion Wibawa Mukti kerap digunakan untuk pertandingan sepak bola berskala besar.

“Seperti kemarin kan Indonesia main di sini, Persib U-19 juga, ada Persija juga jadi cukup menambah. Sekarang pajak hiburan sudah Rp 11,9 miliar dari target Rp 13,9 miliar,” ucapnya.

 

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *