Lindungi Hak Pilih, 245 Warga Binaan Lapas Cikarang Rekam KTP Elektronik

Salah seorang Warga Binaan tengah direkam oleh petugas Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi dan disaksikan oleh Kepala Lapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Cikarang mengikuti proses perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik serentak, di Aula Lapas Cikarang, Kamis (17/01/2019).

Kepala Lapas Cikarang Kadek Anton Budiharta mengatakan kegiatan ini dilakukan serentak dalam rangka Gerakan Nasonal Jemput Bola Serentak Rekam KTP-el di Lapas/Rutan se-Indonesia. Menurutnya, sebanyak 245 WBP Lapas Cikarang mengikuti perekaman tersebut.

“Kegiatan ini dilakukan serentak se-Indonesia mulai hari ini hingga dua hari kedepan dan dibuka secara resmi oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly lewat teleconference dihadiri Menteri Dalam Negeri, penyelenggara pemilu serta pihak terkait lainnya,” katanya.

Kadek menjelaskan, terhitung per 17 Januari 2019 jumlah WBP Lapas Cikarang sebanyak 1.706 orang. Dimana diantaranya, sebanyak 1.280 orang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) per November 2018.

“Sejak ditetapkannya DPT telah terjadi penambahan WBP yang masuk sampai dengan 16 Januari 2019 yakni sebanyak 245 orang. Dari jumlah tersebut 213 orang telah dilaporkan ke Disdukcapil, 41 di antaranya sudah melakukan perekaman dan tercetak Suket sementara 10 orang belum melakukan perekaman dan 42 orang tidak terdaftar dalam database kependudukan,” jelasnya.

“Dari data itu diketahui 120 orang berdomisili di luar Kabupaten Bekasi dan 32 orang belum dilaporkan ke Disdukcapil setempat,” sambungnya.

Dikatakan Kadek, pemilu merupakan momen bagi warga negara untuk menyalurkan hak pilihnya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, termasuk bagi para warga binaan yang akan turut menyalurkan hak pilihnya pada pemilu mendatang.

“Melindungi hak warga binaan pemasyarakatan dalam hak-hak pilih adalah merupakan tugas dari KPUD Kabupaten Bekasi, kita membantu KPUD agar warga binaan tetap bisa menyalurkan hak pilihnya,” ucapnya.

Komisioner bidang data dan informasi KPUD Kabupaten Bekasi Ahmad Fauzi Usman mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk perlindungan hak setiap warga negara dalam menyalurkan hak pilih pada pemilu mendatang. “Setelah proses perekaman ini selesai, kita masukkan dalam DPT kami,” katanya.

Ahmad Fauzi mengaku pihaknya juga akan memfasilitasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapas Cikarang sesuai dengan jumlah pemilih setempat. “Ada enam TPS nanti di sini, karena tiap satu TPS itu ada 300 pemilih. Kita juga akan kasih bimbingan teknis kepada panitia pemungutan suara di Lapas,” ujarnya.

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *