Pemkab Bekasi Diminta Komitmen Tangani Lautan Sampah di Sungai

Tumpukan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Beberapa pekan terakhir, beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi ditemukan aliran sungai yang dipenuhi atau ditutupi sampah. Seperti yang terdapat di Sungai Pisang Batu, Kecamatan Tarumajaya. Teranyar, sungai sampah kembali ditemukan di daerah lain, tepat di Sungai Cibalok di Kampung Walahir, Desa Karangharja, Kecamatan Cikarang Utara.

Seperti halnya di Tarumajaya, sampah di Cikarang Utara ini menutup seluruh sungai hingga sepanjang 1 kilometer. Sampah didominasi sisa kemasan makanan berbahan styrofoam.

Menanggapi persoalan sampah di Kabupaten Bekasi yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi diminta berkomitmen dalam penanganan sampah. Harusnya, sampah tidak hanya dibuang di tempat pembuangan, melainkan disulap menjadi bahan baku industri.

Pemerhati lingkungan dari Kaukus Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bekasi Raya, Benny Tunggul mengatakan, persoalan sampah di Kabupaten Bekasi bersumber dari hulu, yakni warga sebagai produsen sampah.

Berdasarkan hasil pantauannya, sampah disebabkan karena perilaku warga yang tidak memperhatikan lingkungan. Alhasil, sampah dibuang di sembarang tempat hingga menutupi sejumlah sungai.

“Perilaku masyarakat di Kabupaten Bekasi masih tidak peduli lingkungan. Mereka belum menerapkan seutuhnya bagaimana kebersihan itu sebagian dari iman atau kebersihan merupakan bagian dari kehdupan mereka,” kata Benny usai ditemui di Gedung Bupati, Cikarang Pusat, Rabu (23/01/2019).

Tidak hanya warga, persoalan sampah pun ‘disumbang’ oleh perumahan, industri serta kegiatan usaha lainnya.

“Jadi sebetulnya permasalahan sampah karena permulaan dari hulu. Pengertiannya sumber dari tingkat perumahan, industri atau dunia usaha lain contohnya rumah sakit. Tapi sampah dibuang sembarangan ini pun disebabkan oleh lokasi pembuangan sampah yang jauh,” kata dia.

Menurut Benny, sebenarnya persoalan sampah di Kabupaten Bekasi dapat disulap menjadi sumber energi. Sampah tidak sebatas dibuang namun dimanfaatkan hingga berpotensi menambah pendapatan. Harusnya konsep ini dapat direalisasikan di 120 bank sampah yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Kan ada konsep ‘Circular Economic’, harusnya bank sampah ditingkatkan menjadi industri kecil menengah, jadi tidak sekedar dimusnahkan. Sampah harusnya menjadi media pemasok bahan baku industri. Jika di satu bank sampah saja tiap hari mampu memproses 3,5 ton sampah dikalikan 120 bank sampah, maka sampah yang dapat ditekan sangan signifikan,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Benny, potensi ini tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai. “Mereka yang berada di bank sampah difasilitasi mesin pencacah, mereka tidak bisa mengubah biji plastik. Padahal jika ini terealisasi, masalah sampah dapat teratasi,” ucap dia.   

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *