Hadiri Dzikir dan Istighosah, Polres dan Dandim 052 Jakpus Ingatkan Persatuan Serta Tolak Hoax 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan bersama Dandim 052 Jakarta Pusat, Letkol Inf Wahyu Yudhayana.

Jakarta Pusat, Djapos.com – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan bersama Dandim 052 Jakarta Pusat, Letkol Inf Wahyu Yudhayana menghadiri acara Dzikir dan Istighosah yang digelar di Masjid Jami’Miftahul Jannah, Jl. Bendungan Hilir, Tanah Abang Jakarta Pusat, Jum’at (5/02/2019).

Acara yang diprakarsai oleh Universitas Trisakti, Bina Nusantara serta Pengurus Masjid Jami’ Miftahul Jannah sendiri itu mempunyai misi untuk memberikan pencerahan dan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya hidup rukun, saling menjaga kesatuan dan juga persatuan.

Hal tersebut diperlukan guna membentengi diri dan lingkungan dari perpecahan yang disebabkan oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan alias Hoax.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan.

Dalam sambutannya Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan menghimbau dan mengingatkan akan pentingnya merapatkan barisan. Selain itu juga, dirinya meminta dukungan dari para ulama serta tokoh masyarakat lainnya yang memang mempunyai peran penting dalam memberikan pengertian kepada umat serta masyarakat.

“Kami menghimbau agar senantiasa selalu berhati-hati dalam menyerap dan menyaring  informasi yang banyak beredar di masyarakat,” kata Kapolres dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Kombes Harry menjelaskan, bahwa penting bagi elemen bangsa yang merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk senantiasa memberikan pandangan atau pencerahan kepada masayarakat agar dapat membentengi diri dari pengaruh isu Hoax.

“Salahsatunya yang telah dilaksanakan pada hari ini, yaitu dengan membuat deklarasi ‘Menolak Hoax dan Ujaran Kebancian’,”ujar Kombes Harry Kurniawan.


Dandim 052 Jakarta Pusat, Letkol Inf Wahyu Yudhayana bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan.

Hal senada juga disampaikan Dandim 052 Jakarta, Letkol Inf Wahyu Yudhayana, bahwa Masjid adalah tempat dimana Umat Islam melaksanakan badah dan mendekatkan hati serta diri kepada Sang Pencipta. 

“Masjid juga merupakan simbol ketaatan manusia dalam menjalankan perintah Tuhannya. Maka dalam hal ini perlu juga implementasi dan realisasi yang kongkrit dari kita sebagi umat yang beragama. Yaitu agar selalu bisa menjaga hati, diri dan fikiran kita dari pengaruh luar yang bisa membuat perpecahan dalam hidup beragama dan bermasyarakat,” terang Letkol Inf Wahyu.

Kegiatan acara Dzikir dan Istighosah sendiri diawali dengan Sholat Isya berjamaah, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil dan Tahmid  serta ditutup dengan do’a oleh Habib Husain Bin Ja’far Al Hadad.

Acara yang berakhir dengan penuh hikmat dan kekeluargaan tersebut juga dihadiri oleh Lurah se-Kecamatan Tanah Abang, Ust. Gunawan selaku DKM Masjid dan juga Sommy Permana, SH selaku Ketua Rw 08 yang juga bertindak sebagai tuan rumah pada acara tersebut.

Adapun isi deklarasi yang telah tercetus dan disepakati, antara lain :

  1. Menolak segala bentuk Hoax dan politik praktis serta ujaran kebencian di Rumah Ibadah.
  2. Kesepakatan memfungsikan Rumah Ibadah sebagai pemersatu Umat.
  3. Sepakat memakmurkan Rumah Ibadah sebagai perwujudan persatuan dan kesatuan NKRI.

Reporter : Nofery

Foto : dok/DJP/NF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *