Mau Tahu yang Dilakukan Neneng Hasanah Yasin Selama Ditahan? Ini Ceritanya

Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin (paling kanan) saat menjalankan sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (27/2/2019).

Bandung, Djapos.com – Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin mengaku saat ini tengah menikmati hidupnya di dalam tahanan dengan ikhlas.

Hal itu diungkapkan Neneng saat ditemui djapos.com sebelum sidang pembacaan dakwa di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (27/02/2019).

Seperti diketahui, saat ini Neneng harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Bandung sejak kasusnya dilimpahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Tipikor Bandung.

“Ya saya diamanahkan sebagai kepala daerah melalui pemilihan merupakan takdir dari Allah, begitu juga saat ini merupakan takdir juga. Semua harus diterima dengan ikhlas,” kata Neneng yang wajahnya terlihat tampak tegar menghadapi masalah yang sedang dijalaninya.

Dengan rasa keikhlasan tersebut, kata Neneng saat ini dirinya lebih banyak mengaji Al-quran dan mendekatkan diri kepada sang Khalik. Bahkan wanita yang tengah hamil ini mengaku saat ini merasakan seperti umroh dan berasa di asrama.

“Saya seperti terasa umroh saja, coba dech kalau lagi umroh kerjaan kita hanya solat, ngaji, dan makan. Nah untuk menikmati dan menjalani apa yang saya rasakan ini lebih baik pasrah dan ikhlas. Oleh sebab itu saya lebih kooperatif ketika dalam proses pemeriksaan KPK, dan semua uang yang saya terima sudah dikembalikan sebesar Rp 11 miliar,” ujarnya.

Dengan waktunya yang saat ini dimanfaatkan hanya untuk mengaji dan sholat Neneng mengaku bisa menghatamkan Al-quran dalam waktu seminggu.

“Ya memang ya bro ditahan itu tidak ada yang manis. Pahit sebenarnya, ya kan. Tapi kenapa harus selalu rasa pahit yang kita rasakan terus. Cukuplah hal ini menjadi pelajaran yang bermakna dan hikmah yang saya ambil bisa menghatamkan Al-quran selama seminggu, jadi selama empat bulan lebih dari sepuluh kali saya hatam quran,” kata Neneng seraya mengatakan hal ini bukannya untuk sombong melainkan mengabil hikmah dari takdir yang dialaminya saat ini.

Neneng juga mengaku sedih karena harus berpisah dengan anak-anak nya dan keluarga lantaran persoalan yang saat ini tengah dijalaninya. “Tuh kan gw jadi sedih, lu si ah,” ucapnya sambil melempar senyum dan menghapus air matanya.

Adanya kebersamaan, dan harus menyuci pakaian sendiri serta ruang lingkup yang terbatas dirasakan Neneng seperti tinggal di asrama. “Bagi saya biasa sih seperti yang dijalankan seperti di asrama, menyuci sendiri, di kamar bersama dengan teman-teman. Tapi itulah saya terkadang sedihnya teringat dengan anak,” ujarnya.

Saat ditanyakan apakah kelak masih berminat kembali menjadi politisi, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi ini menjawab persoalan yang saat ini tengah dihadapinya menjadi pengalaman dan belum terpikir lebih jauh. “Udalah cukup ini pengalaman, yang penting bagaimana saya bisa menghadapi masalah hukum seringan mungkin,” ucapnya.

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *