TPA Burangkeng 3 Hari Ditutup, 2.400 Ton Sampah di Kabupaten Bekasi Tak Terangkut

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang berada di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi menjadi permasalahan baru. Soalnya, sekitar 2.400 ton sampah di Kabupaten Bekasi tidak terangkut selama tiga hari.

Seperti diketahui, warga di sekitar TPA Burangkeng, Kecamatan Setu menutup TPA yang selama ini digunakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sebagai pembuangan akhir sampah dari sejumlah titik di Kabupaten Bekasi. Warga menuntut Pemkab Bekasi memberikan kompensasi dari keberadaan TPA Burangkeng.

“Teman-teman di UPTD Pasar banyak mengeluhkan sampah tidak diangkut. Jika produksi sampah di Kabupaten Bekasi itu setiap hari 800 ton, dikali tiga hari ditutup, berarti ada 2.400 ton sampah tidak terangkut. Hampir setara dengan sampah di Sungai Pisang Batu yang kemarin kita angkat. Bisa kebayang kalau sampai besok belum dibuka. Kemudian jumlah itu belum termasuk sampah-sampah liar,” kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto, Rabu (06/03/2019).

Dikatakannya, jika dibiarkan, penumpukan sampah akan menjadi permasalahan baru dan merugikan warga lebih luas lagi. Untuk itu sambung Dodi, Pemkab bekasi akan membuka kembali TPA Burangkeng dan berjanji akan memfasilitasi tuntutan warga.

“Kalau sekarang mereka teriak-teriak minta kompensasi, datanya mana? Harus diverifikasi, benar apa nggak terdampak, mana  yang punya KTP dan tidak, mana punya KK dan tidak. Kompenasasi itu bisa diberikan atas sinergitas semua pihak mulai dari Tim 17 (kelompok yang menginisasi kompensasi), warga, desa, karena kami juga harus mengetahui berapa jumlah KK yang terkena dampak supaya memudahkan hitung-hitung angka kompensasi,” ucapnya.

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *