Festival Wisata Bahari Muaragembong, “Ayo Berwisata Bahari di Kabupaten Bekasi”

Plt. Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja melihat kerajinan yang dipamerkan dalam Festival Wisata Bahari. (Foto: Humas Pemkab Bekasi)

Muaragembong, Djapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar Festival Wisata Bahari Muaragembong di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Minggu (17/3/2019). Fesvital yang digelar selama dua hari ini sukses menyedot perhatian masyarakat dari berbagai daerah untuk berwisata bahari di Kabupaten Bekasi.

Festival ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Bekasi untuk mendorong perekonomian masyarakat, salahsatunya dari sisi pariwisata. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengaku optimis, festival ini mampu mempromosikan Muaragembong sebagai salahsatu tujuan destinasi wisata.

“Ini sarana promosi, banyak hal unik di sini. Tadi saya sebelum  turun di demarga melihat banyak perahu yang dihias, sangat unik. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini orang ramai-ramai ingin tahu Muaragembong, orang ramai-ramai akan datang ke Muaragembong,” kata Eka usai membuka festival.

Sejumlah lomba digelar pada festival kali ini, seperti lomba miniatur perahu hias yang diikuti anak-anak. Meski hanya perahu berukuran mini, namun karya yang dihasilkan begitu menarik dan unik. Salahsatunya ada peserta yang membuat perahu legendaris nusantara yakni Dewa Ruci.

Kemudian digelar juga lomba lainnya seperi lomba membuat tumpeng dengan dihias seunik mungkin, lomba dayung serta lomba perahu hias. Seperti diungkapkan Plt Bupati Eka, lomba perahu hias menjadi salahsatu yang ditunggu. Bagi sejumlah nelayan, mengikuti lomba menghias perahu memiliki kebanggaan tersendiri. Tidak hanya itu, digelar pula lomba foto dan video blog pada festival ini.

Plt. Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja. (Foto: Humas Pemkab Bekasi)

Eka menegaskan, Pemkab Bekasi berkomitmen meningkatkan pariwisata bahari, salahsatunya di Muaragembong. Selain digelar festival, destinasi wisata pun akan ditambah. Seperti diketahui, selain pantai yang cantik, Muaragembong memiliki hutan mangrove serta hutan yang menjadi habitat Lutung Jawa.

“Tentu harus ditingkatkan lagi pariwisatanya, destinasinya ditambah, yang ada dipercantik. Mangrove dan Lutung Jawa harus lebih dilestarikan lagi. Kami upayakan itu,” ujarnya.

Selain upaya promosi, festival juga digelar sebagai wujud bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Patut disyukuri, kata Eka, tangkapan ikan nelayan Muaragembong dalam beberapa waktu terakhir begitu melimpah ruah.

“Acara ini tadi sebagai bentuk masyarakat, syukur nelayan Muaragembong, karena hasi tangkapan ikannya melimpah ruah, sekalian selametan. Ini sebagai wujud rasa syukur nelayan atas karunia yang diberikan. Hingga dengan nelayan kita semakin hari makin sejahtera,” ucapnya.

Reporter : RZ

Foto : dok/DJP/RZ/Hum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *