Berebut 616.000 Suara Milenial di Kabupaten Bekasi

Ketua TMP Kabupaten Bekasi, Nyumarno saat memberikan arahan kepada ratusan ribu milenial Kabupaten Bekasi.

Cikarang Pusat, Djapos.com – Dua partai Pengusung Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Wapres) membidik suara milenial dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, 17 April mendatang.

Seperti diketahui, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan serta Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merupakan partai yang mempunyai jagoan masing-masing dalam Pilpres 2019. Setidaknya, dua partai tersebut kini bertarung meraup suara milenial. Tidak hanya untuk partainya, namun juga bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang didukung.

Sebanyak 616.000 pemilih milenial di Kabupaten Bekasi tentunya menjadi sasaran kedua partai tersebut. Jumlah pemilih pemula yang signifikan diyakini dapat mendongkrak perolehan suara secara keseluruhan. 

Jumlah tersebut didasarkan pada jumlah pemilih pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Bekasi yang mencapai 2.053.546 orang. Tak kurang dari 30 persen dari jumlah tersebut merupakan pemilih yang baru pertama kali menentukan hak pilihnya.

Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengatakan, TMP yang merupakan sayap partai PDI Perjuangan yang fokus pada kaderisasi anak muda tentunya akan membidik suara kaum milenial di Kabupaten Bekasi.

“Sesuai analisa dan kajian kami, tak kurang dari 30 persen dari DPT itu adalah pemilih milenial. Artinya tidak kurang dari 616.000 pemilih potensial, itu yang sedang kami garap,” kata Nyumarno, yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi. Kamis (20/3/2019).

Dari hasil penghitungan internal, kata Nyumarno, partai banteng menargetkan sedikitnya meraup 1 juta suara di Kabupaten Bekasi dengan asumsi jumlah partisipasi pemilih 70 persen dari DPT atau 1,5 juta suara.

“Dari target 1 juta suara tersebut, kami berharap 35 persen suara berasal dari pemilih milenial. Jadi dari 616.000 suara milenial itu, kami harus bekerja keras untuk meraup sekitar 350.000 suara lebih,” ujarnya.

Nyumarno menegaskan, upaya meraup suara milenial itu tidak hanya sebatas hitungan. Lebih dari itu, PDI Perjuangan telah merangkul berbagai komunitas serta berbagai ruang berkumpul anak muda. Bahkan, pada akhir pekan lalu, ribuan milenial berhasil dikumpulkan untuk mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Kami beserta milenial Kabupaten Bekasi akan ke rumah-rumah rakyat untuk memaparkan hasil kerja nyata, program, dan visi misi Jokowi-Ma’ruf Amin,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Nunu Nugraha menegaskan pihaknya pun tengah menyasar suara milenial. Dari sekitar 600.000 suara, partai berlambang burung garuda ini menargetkan sediktinya 50-60 persen suara pemula dapat direngkuh.

“Karena memang sejak awal, dan tiap pemilihan suara pemilih pemula ini begitu signifikan jumlahnya. Untuk itu perlu bagi kami mengejar suara kaum pemuda dan itu sudah dilakukan,” katanya.

Diungkapkan Nunu, sejak awal masa kampanye partai telah menginstruksikan seluruh kader dan caleg untuk mengagendakan pertemuan dengan kaum muda di setiap agenda kampanye. Cara itu dinilai efektif untuk merebut simpati mereka.

“Karakteristik pemilih pemula ini kan berbeda dengan yang lain. Lebih kritis dan aktif mencari informasi tentang para calonnya. Namun di sisi lain, mereka lebih dapat diarahkan ketimbang pemilih yang berusia 50 tahun ke atas. Celah untuk mengarahkan ini yang kami manfaatkan melalui para caleg,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nunu menargetkan Partai Gerinda meloloskan 12 caleg di DPRD Kabupaten Bekasi. “Sedangkan untuk pilpres targetnya 80 persen suara. Dari penghitungan internal, jumlahnya masih masuk,” kata dia. (Rz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *