Bikin KIA di Pemkab Bekasi Gratis, Ini Syaratnya

Cikarang Pusat, Djapos.com – Kartu Identitas Anak (KIA) merupakan kartu identitas yang sama dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau E-KTP. Hanya saja KIA merupakan KTP khusus anak-anak yang merupakan bentuk terobosan terbaru Pemerintah Pusat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terus berupaya mensukseskan program tersebut dengan melayani masyarakat yang akan membuat KIA dengan pelayanan yang sebaik-baiknya.

Kepala Bidang Inovasi pada Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi mengatakan pembuatan KIA di Disdukcatpil Kabupaten Bekasi tidak dipungut biaya.

Kepala Bidang Inovasi Diskdukcatpil Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi

“Masyarakat bisa membawa surat seperti foto copy akte kelahiran anak, buku nikah suami istri, kartu keluarga (KK), KTP suami dan istri, serta foto bagi anak yang berusia di atas 5 tahun, sedangkan yang usia di bawah 5 tahun tidak diperlukan foto. Dan pembuatanya gratis,” kata Robert, Senin (25/3/2019).

Menurutnya, tujuan pembuatan KIA agar anak-anak sudah terdata sejak usia dini. Sehingga saat anak-anak memasuki usia wajib KTP tinggal dilakukan pemuktahiran data. Karena sebagian elemen data pada KTP juga terdapat pada KIA.

“Perbedaan antara KTP dan KIA terletak pada chip yang tertanam dalam KTP. Fungsi dari chip yang tertanam dalam KTP tersebut sebagai tempat penyimpanan elemen data seperti iris mata dan sidik jari,” jelasnya.

Selain itu sambung Robert, dengan adanya KIA juga dapat meminimalisir terjadinya human trafficking dan mencegah kriminalitas terhadap anak. “Untuk itu kami mengajak masyarakat untuk segera membuat KIA dengan datang langsung ke kantor Diskdukcatpil,” ucapnya.

Masih kata Robert, pengajuan pembuatan KIA masyarakat sudah bisa melaporkan di 23 kecamatan. Namun, berhubung jumlah alat dan sumber daya manusia (SDM)-nya masih sangat terbatas, maka pencetakan KIA hanya dilakukan di dinas.

“Saat ini jumlah alat yang tersedia baru ada empat unit saja dan itu pun adanya di dinas, yang penting masyarakat bersabar dulu. jika memang diperlukan layanan pencetakan dilakukan di kecamatan maka kita siapkan penambahan alat beserta SDM nya juga,” ujarnya.

Robert menjelsakan, jumlah KIA yang sudah dicetak oleh unit kerjanya sebanyak 30 ribu KIA. Menurut dia, KIA juga belum menjadi syarat masuk ke sekolah untuk saat ini. “Karena belum ada aturan yang dibuat oleh Pemkab Bekasi,” ucapnya.

Reporter: Rz

Foto: Humas Pemkab Bekasi/istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *