Serahkan 122 Ribu Blangko, Plt Bupati Bekasi Ingin e-KTP Warganya Segera Dicetak

Cikarang Pusat, Djapos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengingatkan seluruh Camat se-Kabupaten Bekasi untuk memaksimalkan kinerjanya dan memantau pelaksanaan pelayanan e-KTP di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, Eka juga menghimbau agar tidak ada lagi pungutan liar dalam pengurusan dokumen kependudukan yang dilakukan oleh oknum petugas dalam bentuk apapun.

“Saya menekankan kepada seleuruh Camat agar memaksimalkan kinerjanya dan memantau pelaksanaan pelayanan e-KTP di wilayahnya masing-masing. Saya tidak ingin mendengar lagi adanya pungli yang dilakukan oleh oknum petugas pelayanan dalam bentuk apapapun,” kata Eka saat mengumpulkan camat dari 23 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi dalam rangka pemberian sebanyak hampir 122 ribu blangko e-KTP, Kamis (28/03/2019) pagi.

Dengan adanya kiriman blangko dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri ini, Eka berharap masyarakat yang sudah melakukan perekaman dapat segera mendapatkan e-KTP.

“Saya berharap masyarakat yang sudah melakukan perekaman e-KTP dapat segera, mendapatkan e-KTP terutama sebelum pelaksanaan Pemilu serentak tanggal 17 April 2019 mendatang,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi, Ali Syahbana mengatakan 122 ribu blanko e-KTP itu langsung disebar ke 23 Kecamatan. “Jumlah tiap-tiap kecamatan bervariatif, disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah masing-masing Kecamatan,” kata dia.

Namun demikian, kata Ali, jumlah blangko yang sudah diterima masih kurang. Sebab dari hasil pendatannya diprediksi masih ada sekitar 500 ribu warga Kabupaten Bekasi lagi yang belum mengantongi e-KTP. “Masih kurang, dikit lagi, sekitar 500 ribuan. Nanti dikirim lagi tetapi bertahap,” ucapnya.

Ali menambahkan, dengan adanya penambahan sebanyak 122 ribu blangko ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi dapaat menuntaskan daftar tunggu cetak e-KTP baik yang berstatus print ready record atau siap cetak (PRR) maupun yang cetak ulang karena ada perubahan data kependudukan. “Kalau yang sudah PRR, nggak pake suket-suket lagi tetapi langsung cetak,” ujarnya.

Repoeter: Rz

Foto: Humas Pemkab Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *