Ini Kata Dedi Mulyadi Soal Dugaan Bagi-bagi Sembako Caleg Golkar Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Calon Anggota (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dari Partai Golkar diduga melakukan politik uang dengan membagikan sembako saat kampanye. Namun, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi justru menyebut pembagian itu merupakan hal biasa.

Mantan calon wakil gubernur Jabar itu pun bahkan menyebut bagi-bagi sembako itu dilakukan juga oleh hampir semua caleg. “Kan hampir semua orang melakukan itu (bagi-bagi sembako), kecuali saya ya,” kata Dedi Mulyadi, kepada djapos.com melalui sambungan telepon, Senin (29/4/2019).

Dedi, yang juga Caleg DPR RI Dapil Jabar VII, enggan lebih lanjut mengomentari dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan anak buahnya. Dia mengarahkan persoalan ini tidak diperbesar. “Gak usah ribut-ribut,” kata dia, menutup pembicaraan.

Padahal, pasal 280 ayat 1 (j) Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyebutkan bahwa pelaksana, peserta, dan tim Kampanye Pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta Kampanye Pemilu. Pelanggar bahkan bisa dikenakan pidana penjara hingga dua tahun.

Sebelumnya diberitakan, Sunandar diduga melakukan politik uang berupa pembagian sembako saat berkampanye di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan. Diduga, dilakukan bagi-bagi sembako kepada warga saat kampanye tersebut.

Hal itu diketahui dari surat yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi nomor 175/K-Bawaslu-JB-03/TU.03/IV/2019, hal undangan, tangal 27 April 2019.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Yoyo Yahya, menyesalkan dugaan money politic yang dilakukan Sunandar. Meski demikian, Yoyo berharap dugaan itu tidak benar. Ia juga menyerahkan permasalahan itu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi.

“Kita menyesalkan jika memang benar terjadi. Karena kan kita selalu menyampaikan supaya jangan sampai itu terjadi di lapangan. Menghindari hal-hal yang sekiranya tidak diperbolehkan dalam pemilu ini , termasuk money politic dan sebagainya,” ujarnya.

DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi sambung Yoyo, sudah menginstruksikan kepada kadernya yang menjadi caleg pada Pemilu 2019 untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang dalam Pemilu. Menurut Yoyo, intruksi yang dilakukan DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi merupakan kewajiban partai yang harus dijalankan.

“Kita selalu menginstruksikan agar selalu mengikuti dan mematuhi aturan-aturan yang ada. Hal-hal yang sifatnya pelanggaran tolong untuk dihindari, karena jangan sampai itu merugikan kita. Kita ingatkan terus karena itu kewajiban partai,” ujarnya.

Seperti diketahui, Sunandar merupakan Caleg incumbent dari Dapil 1 yang meliputi, Kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Serang Baru, Setu, Cibarusah dan Bojongmangu. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Rz-Djapos.com

Editor: Rz

Foto: istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *