Akui Soal Bagi-bagi Sembako, Sunandar: Itu Silahturahim Ketua DPRD dengan Masyarakat

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Calon Anggota Legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil 1) dari Partai Golkar, Sunandar mengakui adanya pembagian sembako pada saat dirinya melakukan pertemuan dengan masyarakat di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Meski demikian Sunandar mengelak pembagian sembako itu berhubungan dengan kegiatan kampanye dirinya. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan merupakan silahturahim dirinya selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dengan masyarakat.

Seperti diketahui, Sunandar merupakan Caleg incumbent dari Dapil 1 yang meliputi, Kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Serang Baru, Setu, Cibarusah dan Bojongmangu. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

“Tidak ada itu momentum caleg (kampanye). Itu silahturahim Ketua DPRD dengan masyarakat. Disitu tidak ada atribut partai atau APK (alat peraga kampanye). Itu pun sudah diawasi dari Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu),” ujar Sunandar saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa (30/4/2019).

Sebelumnya diberitakan, Sunandar diduga melakukan politik uang berupa pembagian sembako. Dugaan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) diketahui dari surat yang dikeluarkan Bawaslu Kabupaten Bekasi nomor 175/K-Bawaslu-JB-03/TU.03/IV/2019, hal undangan, tangal 27 April 2019.

Sunadar beralasan pembagian sembako tersebut merupakan inisiatif dari tim relawannya. “Kalau pembagian sembako itu mungkin dari relawan saya, inisiatif. Tapi itu tidak ada stiker. Memang disitu ada undangan silahturahmi ketua DPRD dengan kertas HVS seperti biasa,” kata Sunandar.

“Tidak ada ajakan untuk memilih. Waktu itu saya hanya minta didoakan supaya sehat. Karena gak perlu ngajak (memilih) orang sudah tau kok,” sambungnya.

Sunandar juga mempersilahkan jika ada pihak yang melaporkan pembagian sembako tersebut. “Kalau ada yang melaporkan silahkan saja. Ini kan silahturahmi. Contoh saya mengadakan hiburan dan tidak ada kampenye. Memang saya sering mengadakan (hiburan),” ujarnya.

Ia juga mengaku siap jika dimintai klarifikasi oleh Bawaslu Kabupaten Bekasi. “Siap (kalau diminta klarifikasi). Sebelum pemilihan juga sudah saya klarifikasi,” kata Sunandar.

Rz-Djapos.com

Editor: Rz
Foto: Rz/Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *