Pembahasan Melunak dan Terkesan Tertutup, Pansus LKPJ “Masuk Angin”?

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2018 saat ini sedang dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi. Namun pembahasan terkesan tertutup, bahkan legislatif seperti melunak.

Padahal, laporan itu menyangkut realisasi keuangan negara yang mencapai Rp 6 triliun serta realisasi pendapatan daerah baik dari sektor pajak, retribusi, dana perimbangan dan pendapatan lainnya.

Selain itu, Pansus pun seperti melunak pada pembahasan kali ini. Padahal, biasanya para wakil rakyat ini dikenal galak dalam mengkritisi kinerja pemerintah daerah. Kondisi ini berbeda jauh dengan pembahasan LKPJ tahun-tahun lalu. Di mana, dewan biasanya melancarkan protes keras terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Ada apa?

Untuk diketahui, LKPJ Bupati kepada DPRD adalah laporan yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran atau akhir masa jabatan yang disampaikan oleh kepala daerah kepada DPRD.

Selanjutnya DPRD membentuk Pansus untuk membahas LKPJ yang diantaranya mencakup penjelasan tugas pokok dan fungsi organisasi, pelaksanaan program/kegiatan, pendapatan, keberhasilan yang telah dicapai serta hambatan-hambatan yang dijumpai dan upaya pemecahan masalahnya dengan bentuk rekomendasi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Pansus LKPJ 2018, Danto menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman. “Belum ada temuan, paling dua hari lagi. Karena ini masih pendalaman,” kata Danto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (22/5/2019).

Pada LKPJ 2018 sebenarnya tertuang Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang meningkat dengan nilai fantastis yakni mencapai Rp Rp 1.029.219.164.179. Jumlah tersebut meningkat Rp 137.282.561.859 dibandingkan Silpa 2017 yang mencapai Rp 891.936.602.320.

Sayangnya, Silpa tersebut tidak dikupas lebih dalam hingga menemukan penyebab mendetail tentang besarnya anggaran yang tidak digunakan tersebut. Padahal, bila digunakan di sektor, Silpa Rp 1,03 triliun itu bisa untuk membangun sedikitnya 600 unit sekolah dasar.

Begitupun serangkaian anggaran besar lainnya mulai biaya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebesar Rp 28 Miliar, hingga infrastruktur pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang menyisakan Rp 210 miliar tak terserap. Namun, serapan ini tidak dikupas lebih dalam pada pembahasan.

Salain soal penyerapan anggaran, Pansus LKPJ juga seharusnya menyikapi persoalan pelayanan publik yang diantaranya terkait pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu, peningkatan mutu pendidikan dan pungutan liar pada sektor perizinan. Seperti diketahui pada tahun 2018 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terkait persoalan suap perizinan proyek Meikarta.

Pembahasan LKPJ sebenarnya telah berlangsung berulang kali. Pekan lalu, para SKPD dipanggil untuk menjelaskan hasil kinerjanya. Termasuk ketika lokasi pembahasan LKPJ dialihkan dari Gedung DPRD Kabupaten Bekasi ke Purwakarta.

Dalam rapat pembahasan yang menghadirkan SKPD mulai dari Dinas PUPR, Dinas Pertamanan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), BBWM hingga PDAM Tirta Bhagasasi itu, Danto menyebut pihaknya hanya mendengarkan paparan hasil kinerja mereka.

“Rapat di Purwakarta hanya rapat-rapat untuk menyerahkan hasil paparan kinerja. Temuan saya hanya penyerapan anggaran tidak maksimal. Belum ada temuan (spesifik),” kata Danto.

Sementara itu, disinggung tentang menjinaknya sikap Pansus terhadap pembahasan LKPJ, Danto menegaskan pansus tetap bekerja berbasis kinerja. “(Terkait pembahasan jinak) Pansus aman, kami berbasis kinerja bukan angka,” ujar Politisi Partai Gerindra ini.

Disinggung apakah ada pemberian ‘ongkos’ dari eksekutif saat pembahasan LKPJ di luar daerah, Danto mengatakan hal itu merupakan hal biasa. “Ongkos? LKPJ mah halal, hal biasa, ngertilah. Sekarang mah takut ala, takut ala. Takut tiga huruf,” tutupnya.

Rz-Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *