Warga Hingga ASN Pemkab Bekasi Ngeluh, GT Cikarang Utama Dipindahkan Tarif Tol Malah Naik Drastis

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Pasca pemindahan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke Cikampek Utama dan Kalihurip Utama sejumlah pengguna jalan tol wilayah Kabupaten Bekasi mengeluhkan kenaikan tarif tol.

Warga Kabupaten Bekasi yang masuk Tol Jakarta Cikampek seperti dari Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat menuju pintu keluar GT Cibatu atau Cikarang Pusat harus membayar Rp 12.000 dari yang awalnya hanya sebesar Rp6500.

Salah satu Warga Desa Telaga Murni, Cikarang Barat, Raditya Baim (38) mengeluhkan kenaikan tarif tol yang sangat signifikan. Menurutnya, sebelum pemindahan GT Cikarang Utama yang berada di KM 29 ke
Cikampek Utama dan Kalihurip Utama KM 70, biaya tol yang dikeluarkan dari Cikarang Barat menuju Cibatu hanya Rp 2500, namun saat ini naik berkali lipat yakni sebesar Rp 12.000,-.

“Memang pemidahan Gerbang Tol untuk mengurai kemacetan, namun disisi lain perlu diperhatikan tarifnya. Masa yang awalnya Rp 2500 menjadi Rp 12.000. Meski sekarang ada diskon menjadi Rp 10.200, tapi ketika normal harganya cukup tinggi,” ujarnya.

Kenaikan tarif tol Jakarta Cikampek tidak hanya dikeluhkan oleh kalangan masyarakat. Melainkan juga pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Salah satunya oleh, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Pemkab Bekasi, Edward Sutarman, dirinya mengeluhkan lantaran biasa membayar hanya Rp 6500 dari GT Bekasi Barat atau Bekasi Timur hingga Cibatu. Namun kini harus membayar Rp 10.200 dan Rp 12000 disaat tarif normal.

”Tentu kebijakan naiknya tarif tol cukup tinggi, yakni mencapai hampir 100persen. Sebab, sebelumnya hanya 6500, tapi kini mencapai Rp12000,” kata Edward melalui sambungan telepon, Selasa (28/5/2019).

Hal senada juga diungkapkan pejabat tingkat eselon IVa Pemkab Bekasi, Aris. Ia mengaku harus melihat kondisi jalan jika ingin berhemat dari dampak kenaikan tarif tol.

“Biasanya saya dari GT Tambun Selatan keluar di Cibatu atau Cikarang Pusat. Namun karena tarif mahal sebesar Rp. 12000,-,  terpaksa harus lihat kondisi? kalau kondisi lancar saya keluar di tol Cikarang Barat karena biayanya hanya Rp. 3800,-. Kan lumayan untuk penghematan,” ucapnya.

Dirinya berharap, pemerintah melalui PT Jasamarga untuk memperhatikan kenaikan tarif yang luar biasa tersebut. Aris menilai kenaikan tarif tol yang cukup tinggi akan sangat merugikan warga Bekasi.

“Kalau bisa diobservasi, pasti warga Bekasi dan sekitarnya menjerit adanya kenaikan tarif tol yang begitu meroket,” kata dia.

Rz – Djapos.com
Editor: Rz
Foto: TA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *