Serapan Anggaran Paling Rendah, Sekdin PUPR: Kalau Kontrak Sudah Berjalan Akan Naik Progresnya

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Hingga akhir triwulan ketiga, penyerapan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi masih di bawah 1 persen yaitu 0,59 persen. Jumlah tersebut jauh dari target yang direncanakan sebesar 27,48 persen.

Sedangkan dari realisasi fisik untuk triwulan ketiga, Dinas PUPR menargetkan realisasi fisik 66,62 persen. Namun realisasi fisik yang tercapai hanya mencapai 3,82 persen. Untuk devisai realisasi keuangan mencapai 26, 89 persen, sedangkan divisai fisik sebesar 62,80 persen.

Sekretaris Dinas (Sekdin) PUPR Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, banyaknya kegiatan fisik yang berada di Dinas PUPR menjadi salah satu alasan minimnya penyerapan anggaran.

“Pelaksanaan baru akan serempak dilakukan pada minggu kedua bulan Juli. Jadi progres akan terlihat meningkat nanti mulai bulan Agustus,” kata Iman melalui pesan singkatnya kepada djapos.com, Senin (24/6/2019).

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan dengan nilai anggaran yang besar di Dinas PUPR masih dalam tahapan lelang. Diantaranya 4 kegiatan di wilayah Babelan, seperti peningkatan jalan Batas Kota-Pangkalan Babelan dengan nilai pagu kurang lebih Rp 9.9 miliar. Sehingga belum terealisasi peneyrapan anggaran dan fisiknya.

“Jadwal penetapan pemenang 27 Juni dan setelah masa sanggah berakhir kontrak akan dilaksanakan sekitar mulai 11 Juli. Mudah-mudahan tidak ada pengunduran jadwal sekarang sedang masa evaluasi untuk penetapan calon pemenang lelang,” katanya.

Selain itu, kata Iman, kegiatan yang nilai anggarannya sangat besar terdapat pada kegiatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Muaragembong dengan anggaran sekitar Rp 63 miliar. Diantaranya, pembangunan jembatan Pantai Bakti tahap kedua dengan anggaran sebesar Rp 45 miliar.

“Untuk lanjutan pembangunan jembatan Pantai Bakti tahap dua di Muaragembong sudah selesai lelang. Minggu ini perjanjian kontrak, karena masa sanggah sudah berakhir,” ujarnya.

Saat ditanya kekosongan pada kursi kepala dinas apa menjadi salah satu penyebeb rendahnya penyerapan anggaran, menurutnya kekosongan kepala dinas tidak ada kaitannya dengan penyerapan anggaran.

“Kan kaitannya karena lelang baru akan selesai semua akhir Juni dan pelaksanaan bulan Juli. Kemarin kita fokus ada pemeriksaan BPK dan sempat juga ada kendala di ULP yang down terus servernya. Jadi  Insya Allah setelah kontrak berjalan akan naik progresnya dan yakin penyerapan anggaran lebih dari 80 persen,” jelas Iman.

“Apalagi tahun ini yang jembatan besar didapat rekanannya, waktu tahun kemarin kan gedung 16 lantai dan pembangunan jembatan pantai bakti tahap dua gagal lelang. dan di tahun ini kegiatan besar dua pembanguan jembatan tidak gagal lelang, sudah akan mulai proses kontrak. Mudah-mudahan tidak ada kendala di dalam pelaksanaan kegiatan yg besar maupun yg kecil sehingga penyerapan anggaran akan maksimal,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan serapan anggatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi masih jauh dari perencanaan atau yang sudah ditargetkan. Hingga memasuki triwulan ketiga serapan anggaran hanya mencapai 18,37 persen dari target 66,84 persen. Dinas PUPR merupakan dinas yang paling kecil dalam penyerapan anggaran.

Rz – Djapos.com
Editor: Rz
Foto: istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *