Soal Serapan Anggaran, Bupati Bekasi: Saya Sudah Instruksikan Supaya Segera Bergerak

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengaku sudah mengintruksikan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk memaksimalkan penyerapan anggaran.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan di Kabupaten Bekasi bisa terancam. Soalnya,  serapan anggaran pada tiap-tiap perangkat daerah masih jauh dari perencanaan atau yang sudah ditargetkan. Hingga memasuki triwulan ketiga serapan anggaran hanya mencapai 18,37 persen dari target 66,84 persen.

“Kita upayakan penyerapan anggaran dipercepat. Ini juga akan kita evaluasi terus, akan kita ikuti terus. Intinya kita ingin penyerapan anggaran supaya maksimal. Tadi sudah saya utarakan unsur pengawasan akan kita tingkatkan,” kata Eka kepada djapos.com usai menggelar rapat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah di ruang rapat Bupati, Senin (24/6/2019).

Untuk diketahui dalam Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2019, Pemkab Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,9 triliun yang terdiri dari belanja langung Rp 3,8 triliun dan belanja tidak langsung sebesar Rp2,8 triliun.

Serapan anggaran yang harus menjadi perhatian adalah, target belanja langsung yang seharusnya pada bulan Juni terealisasi sebesar Rp 2,403 trilun atau setara 77,81. Pada kenyataannya, Pemkab Bekasi di bawah komando Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja hanya mampu merealisasikan belanja langsung sebesar Rp 379 juta atau 12,9 persen.

“Kita juga ingin anggaran bisa digunakan sebaik-baiknya, bisa segera dilaksanakan
Saya sudah instruksikan supaya segera bergerak, karena kita sudah ditunggu masyarakat apa yang menjadi kerja kita. Pastinya kita akan evaluasi terus,” sambung Eka.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda), Uju menambahkan, pada dinas teknis permasalahan-permasalahan dalam penyerapan anggaran, seperti adanya gagal lelang, gangguan server pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) tidak dapat diprediksi.

“Memang tidak bisa diprediksi. Yang terpenting jangan sampai penyerapan ada tapi pekerjaannya belum selesai. Itu yang bahaya. Yang pasti evaluasi akan terus dilakukan,” ujarnya.

Rz – Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Rz/Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *