Kabupaten Bekasi Dilanda Kekeringan, Warga Bosan Dikirim Air Minta Solusi Jangka Panjang

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Memasuki musim kemarau, beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi mulai dilanda kekeringan. Wilayah yang paling parah terdapat pada tiga desa di Kecamatan Cibarusah, yakni Ridhomanah, Ridhogalih dan Sirnajati.

Kekeringan menjadi bencana rutin yang kerap menderita warga wilayah Cibarusah terlebih pada musim kemarau. Meski setiap tahun mengalami kekeringan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi hanya menanggulangi secara instan dengan mengirim air menggunakan mobil tanki.

Malih (42), salah seorang warga Desa Ridhogalih mengaku, kekeringan sudah melanda selama sepekan. Sumur bor yang digunakan sebagai sumber air sehari-hari mulai mengering. Alhasil, Malih harus mengambil air di Kali Cihoe.

“Untung kalinya (Cihoe) ya enggak terlalu jauh, sekitar 200 meter. Tapi persoalannya kenapa harus setiap tahun begini. Harus angkut-angkut air buat isi bak di rumah,” katan Malih, Rabu (26/6/2019).

Marda (29), warga lainnya mengaku kran di rumahnya mulai mengering sejak Jumat (21/6/2019). Ia pun terpaksa juga mengambil air di sungai di dekat rumahnya.

“Jadi awalnya air ngocornya kecil, saya sudah ada firasat pasti kering nih. Eh bener pisan kering sampai sekarang,” ujarnya.

Marda berharap tidak hanya mendapatkan bantuan air ketika terjadi kekeringan. Menurutnya agar tidak terulang lagi pemerintah seharusnya memberikan solusi terbaik.

“Kadang suka ada kiriman air tapi ya sama jauhnya. Kalau dibilang harusnya bukan dikirim air terus, tapi ada perbaikan gitu biar gak gini mulu,” ucap Marda.

Rz – Djapos.com
Editor: Rz
Foto: istimewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *