Diperiksa Penyidik KPK, ASN Pemkab Bekasi Akui Serahkan Uang ke Soleman

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Volmentrad Sianturi mengaku telah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan dalam lanjutan kasus suap perizinan proyek Meikarta, Kamis (25/7/2019).

Volmen mengaku dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan pembahasan substansi Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi tahun 2017 yang diduga dilakukan oleh tersangka Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa.

“Ditanya ceritanya bagaimana oleh penyidik KPK ya terus saya bilang kita yang nganter (uang) ketemu Pak Leman (Soleman),” kata Volmen kepada wartawan, Jumat, (26/7/2019).

Dia mengaku tidak ingat kapan bertemu Soleman yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi. Namun demikian ia membenarkan telah memberikan sejumlah uang kepada Soleman.

“Kronologisnya saya ketemu Pak Leman di Hermina Grandwisata, Tambun. Soal kapannya saya bilang sama mereka (KPK) saya tidak tahu, memang saya tidak ingat. Yang dianter saya gak tahu cuman memang saya diberitahu di situ pada saat persidangan itu Rp500 juta. Waktu itu beliau (Soleman) langsung yang terima dan beliau juga yang duluan sampai lokasi,” ungkapnya.

Setelah memberikan sejumlah uang kepada Soleman yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Bekasi itu., Volmen mengaku segera meninggalkan lokasi pertemuan tanpa ada percakapan lanjutan antara keduanya.

“Saya cuman minta ongkos pulang saya aja sambil bercanda cuman gak dikasih. Saya juga tidak tahu dalam rangka apa ngasih uang itu,” ucap dia.

Volmen mengaku dimintai keterangan KPK dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB namun selama rentang itu juga banyak waktu menunggunya.

“Saya datang dalam rangka memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi tersangka Iwa Karniwa. Selesai di BAP saya langsung pulang,” ujarnya.

Pemanggilan Volmentrad Sianturi diketahui berdasarkan surat panggilan pemeriksaan KPK yang teregister dengan nomor SPGL/4562/DIK.01.00/23/07/2019 yang ditandatangani oleh penyidik Deputi Bidang Penindakan R.Z Panca Putra S.

Untuk diketahui, KPK telah memastikan melakukan pengembangan terkait kasus suap perizinan proyek Meikarta. Dalam kasus itu, eks Bupati Bekasi, Neneng Hasnah Yasin dan ke empat ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi telah divonis bersalah oleh hakim di pengadilan Tipikor Bandung beberapa waktu lalu.

Rz – Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Rz/Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *