Hore! Kabupaten Bekasi Jadi Proyek Percontohan Penanaman Padi Gogo 5/5 (2)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi diproyeksikan menjadi percontohan penanaman padi gogo oleh Kementrian Pertanian (Kementan) . Padi yang mampu hidup di lahan kering itu dianggap sukses tumbuh di saat sejumlah wilayah dilanda kekeringan.

“Karena memang hasilnya baik, dapat tumbuh maka ini menjadi yang terluas. Di Karawang saja ada 10.000 hektar kemudian ditambah 4.000 hektar, lalu di Indramayu sekitar 5.000 hektar. Terluas di sini (Kabupaten Bekasi). Bahkan dijadikan sebagai proyek percontohan untuk daerah lain,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni kepada wartawan usai acara peluncuran program bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementan di Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi, Kamis (8/8/2019).

Ia mengatakan, penanaman padi gogo saat ini telah berhasil tumbuh di sejumlah lahan di Kabupaten Bekasi seluas hampir 10.000 hektar. Atas keberhasilan itu, penanaman diperluas menjadi 19.000 hektar.

“Jadi ini program Kementerian Pertanian namanya Gowah atau gogo sawah. Semula Kabupaten Bekasi diberi alokasi penanaman di 10.000 hektar yang ditargetkan tertanam hingga Agustus ini. Setelah dianggap baik, maka kementerian kembali menambah 9.000 hektar lagi,” katanya.

Nani menuturkan, program penanaman padi gogo ini menjadi kali pertama dilakukan di Kabupaten Bekasi. Namun, rupanya padi dengan varietas benih baru ini mampu beradaptasi. Kondisi tersebut diyakini dapat membuah solusi kekeringan yang kerap terjadi.

“Karena kan di Jawa Barat ini sejumlah daerahnya kerap dilanda kekeringan, termasuk di Bekasi. Maka bagaimana caranya meski kering tetap produktif. Cara ini rupanya efektif,” ucapnya.

Penanaman padi gogo, jelas dia, telah berlangsung di enam kecamatan yakni Pebayuran, Sukatani Cabangbungin, Cikarang Utara, Cikarang Timur dan Sukakarya.

“Hasil yang paling bagus di Pebayuran. Meski baru sekitar satu bulan namun hasilnya sudah dapat terlihat. Kemudian dengan penambahan luasnya, kami akan coba di Cibarusah dan Bojongmangu, karena dua daerah ini juga dilanda kekeringan,” ujarnya.

Selain penanaman padi gogo, lanjut Nani, Kabupaten Bekasi pun mendapat bantuan dari Kementan untuk mengatasi kekeringan. Bantuan yang berasal dari DAK bakal direalisasikan untuk pembangunan 13 rumah pompa beserta pompanya, pembangunan dam parit di tiga titik serta pembangunan jalan usaha tani di dua titik.

 “Karena kan kalau melihat di kabupaten bekasi kalau sudah kering kan susah, maka pemerintah puat membantu 13 pompa yang nantinya akan di-back up oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi yang membangun pipanisasi,” kata dia.

Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada petani dengan nilai anggaran Rp 165 juta per titik. “Itu untuk semuanya, misal rumah pompa berarti untuk pompanya juga. Ini langsung disalurkan ke masyarakat tidak melalui kami. Maka kami harapkan ini dimanfaatkan betul,” jelasnya.

Rz – Djapos.com
Editor: Rz
Foto: ilustrasi/ist

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *