Pemkab Bekasi Gencar Membangun Tekan Pengangguran, Optimalkan Pelayanan 5/5 (2)

Kabupaten Bekasi, Djapas.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk membangun terus direalisasikan dalam berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, investasi, infrastruktur, dan pelayanan publik. Di samping itu, upaya menekan angka pengangguran pun terus digencarkan.

Bupati Eka Supria Atmaja memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur dari mulai jalan, jembatan sampai dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang telah dianggarkan. Komitmen pembangunan itu sesuai dengan RPJMD Kabupaten BEkasi tahun 2017-2022. Sebanyak 28 titik perbaikan jalan dikerjakan tahun ini, seperti peningkatan jalan raya batas Kota Bekasi sampai Kecamatan Babelan, penanganan longsor di badan jalan Karang Satria-Puloputer dan peningkatan jalan Kalimalang dari batas kota sampai Cibitung. Kemudian dibangun juga 17 jembatan, di antaranya lanjutan pembangunan Jembatan PebayuranRengasdengklok, dan pembangunan Jembatan Pantai Bakti tahap II.

“Infrastruktur itu menjadi kebutuhan dasar suatu daerah selain pendidikan dan kesehatan. Maka kebutuhan dasar itu wajib dipenuhi terlebih dulu,” kata dia.

Untuk fasilitas pendidikan, Pemkab Bekasi pun merenovasi total 41 bangunan SD, dan 11 bangunan SMP. Kemudian untuk infrastruktur kesehatan, Pemkab Bekasi fokus pada pembangunan 11 Puskesmas baru, dan merehab total 3 Puskesmas. Selain menyediakan dan merehabilitasi fasilitas kesehatan, Pemkab Bekasi melalui Dinas Kesehatan juga meningkatkan kemudahan pelayanan kesehatan dasar, dan rujukan yang bermutu, merata, dan terjangkau bagi masyarakat melalui integrasi Program Layad Rawat (Provinsi Jawa Barat) dengan Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu/ /Public Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Bekasi.

Pada penghujung Juli lalu, Eka pun mengukuhkan Forum Masyarakat Kabupaten Bekasi Sehat (FMKBS). Forum itu merupakan wujud nyata dari pembangunan di bidang kesehatan. FMKBS bertujuan untuk mewujudkan lingkungan dan masyarakat Kabupaten Bekasi yang sehat. Sebab, persoalan kesehatan tidak terlepas dari masalah kebersihan lingkungan. Eka mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Mudah-mudahan dengan terbentuknya forum ini, dapat mendorong kita menjadi masyarakat kabupaten yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Pada sektor pelayanan kependudukan, Pemkab Bekasi mendukung percepatan pelayanan dengan pelayanan keliling ke 164 desa menggunakan 3 Mobil Pelayanan Keliling. Juga inovasi pelayanan Kios Capil sebanyak 7 Kios yang difasilitasi daring via Whatsapp sebagai sarana komunikasi warga dengan petugas. Lalu membuka Mal Pelayanan Publik sehingga masyarakat tidak perlu repot ke Kantor Disdukcapil.

Tidak hanya itu, Bupati Eka menegaskan, Pemkab Bekasi juga fokus pada persoalan ketenagakerjaaan. Bahkan dirinya tak segan memimpin langsung sosialisasi Peraturan Bupati Bekasi No. 9 Tahun 2019 Tentang Kesempatan Kerja ke setiap kawasan. Dalam beberapa kesempatan, Eka kerap mendatangi langsung ke setiap kawasan industri di Kabupaten Bekasi untuk menyosialisasikan Perbup tersebut. Hasilnya, lebih dari 5.000 lowongan kerja berhasil didapat Eka dari kunjungan tersebut. Dirinya mendorong perusahaan untuk memberikan ruang bagi tenaga kerja asal Kabupaten Bekasi.

“Ini menjadi salah satu prioritas kami bagaimana pengangguran itu angka harus ditekan. Sebagai daerah industri terbesar, tentu saja lapangan pekerjaan tersedia di sini. Maka harus kita maksimalkan sebaik mungkin. Pemkab Bekasi committe soal ini,” ucap dia.

RZ- Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Humas Pemkab Bekasi

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *