HUT Kemerdekaan RI, 998 Napi Lapas Cikarang Terima Remisi 24 Diantaranya Bebas 5/5 (1)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – HUT Kemerdekaan Republik Indinesia (RI) ke-74 yang menjadi berkah bagi warga binaan penguhuni Lembaga Pemasyarakata (Lapas) Cikarang. Setidaknya sebanyak 998 warga binaan mendapatkan pengurangan masa hukuman.

“Dari 998, 24 warga di antaranya dinyatakan bebas karena masa tahanannya berakhir setelah dipotong remisi,” kata Kepala Lapas Cikarang, Kadek Anton Budiharta, Sabtu (17/8/2019).

Dia menjelaskan, pemberian remisi ini berdasarkan ketentuan perundang-undangan di antaranya pasal 1 ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999, pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, dan pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 1999.

“Dari total 998 warga binaan Lapas Cikarang yang menerima remisi, 200 di antaranya menerima remisi satu bulan, 199 warga mendapat remisi dua bulan. Kemudian 296 orang menerima remisi selama tiga bulan, 215 warga binaan lainnya mendapat remisi empat bulan, serta 88 warga binaan menerima remisi lima bulan,” jelas dia.

Kadek mengatakan pemberian remisi ini telah melalui proses penilaian dan evaluasi serta pengajuan permohonan kepada Dirjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

“Remisi seperti harapan bagi narapidana sehingga membuat mereka menyadari pentingnya menegakkan integritas selama menjalani masa pidana. Sebaliknya apabila narapidana melakukan pelanggaran, sanksi tegas yang akan ditegakkan,” ujarnya.

Penyerahan SK Remisi Umum 17 Agustus 2019 dilakukan oleh Bupati Bekasi kepada perwakilan warga binaan pemasyarakatan Lapas Cikarang.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan Lapas bukanlah tempat yang selalu dikonotasikan negatif mengingat warga lapas merupakan warga yang menerima pembinaan serta pembelajaran selama menjalani masa tahanan.

Eka berpesan kepada 24 warga binaan yang langsung bebas agar dapat berkontribusi kembali ke masyarakat sekitar seperti apa yang telah dilewati saat menjalani pembinaan di lapas.

“Ketika kembali kepada masyarakat mereka bisa diterima oleh keluarga dan masyarakat. Semoga mereka bermanfaat untuk lingkungannya, melakukan perbuatan baik dan tidak kembali lagi ke sini,” kata Eka.

RZ- Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Djapos,com

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *