Digugat Taufik Hidayat Rp 2 Miliar, Ini Kata Dirut RSUD Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi menyerahkan sepenuhnya proses gugatan salah seorang pasiennya, Taufik Hidayat (34) kepada Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

“Kewenangannya sudah diserahkan ke Bagian Hukum Pemkab) Bekasi,” kata Direktur Utama (Dirut) RSUD Kabupaten Bekasi, dr Sumarti, dihubungi wartawan, Kamis (22/8/2019).

Meski demikian, Sumarti mengaku pihaknya dan Taufik sempat melakukan mediasi namun tidakmenemui titik terang hingga akhirnya Taufik melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Cikarang.

“Di RSUD dulu sempat mediasi, kita jelaskan. Tapi kalau minta kompensasi juga kita kan nggak gampang kan, dari mana pengeluarannya.,” ucap dia.

Menurut Sumiarti pihak RSUD sudah melayani Taufik dengan baik. Meski demikian, ia mempersilahkan jika jika Taufik melakukan gugatan.   

“Kemudian pasien tersebut (Taufik Hidayat) kalau kita lihat kasusnya sebenarnya rumah sakit nggak salah sudah melayani dengan sangat baik. Pasien tersebut (Taufik Hidayat) sebelum datang ke RSUD kan sudah pernah ke dukun kan, baru ke RSUD. Sebetulnya (kondisi) pasiennya masih bagus kok. Tapi hak pasien ya mau menuntut atau apa, kita ikutin saja, prinsip kita gitu,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pasien RSUD Kabupaten Bekasi, Taufik Hidayat (34) menggugat pihak RSUD Kabupaten Bekasi lantaran diduga melakukan mal praktik. Taufik warga Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan ini menggugat rumah sakit plat merah itu untuk memperbaiki kondisi kesehatannya ke rumah sakit lain hingga tuntas atau membayar ganti rugi Rp 2 miliar.

Selain RSUD, Taufik yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini juga menggugat Aldico seorang dokter yang menanganinya. Ayah dua anak ini merasa menjadi korban mal praktik usai menjalani operasi bahu tangan kanannya. Ia pun khawatir terancam diberhentikan dari tempat kerjanya karena tangan kanannya tidak bisa digerakkan pasca operasi.

Kasus dugaan mal praktik tersebut kini sudah memasuki tahap persidangan di PN Cikarang, komplek perkantoran Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kamis (22/8/2019).

RZ- Djapos.com
Editor: Rz
Foto: TA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *