Sektor Pariwisata Harus Ditingkatkan, Ini Saran Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi 5/5 (4)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi serius dalam meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Bekasi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengatakan sektor pariwisata di Kabupaten Bekasi harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah. Menurutnya dengan perhatian serius, potensi pendapatan daerah dari sektor pariwisata dapat ditingkatkan.

“Tentunya langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah dengan membangun infrastruktur yang memadai serta infrastrukutur yang terintegritas. Dan pembangunan infrastruktur juga harus dipercepat,” kata Nyumarno kepada djapos.com, Minggu (13/10/2019).

Ia menuturkan, percepatan penyelesaian proyek infrastruktur tersebut bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. “Baik wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar daerah,” ucapnya.

Dikatakan Nyumarno, pemerintah daerah juga harus memperkuat promosi pariwisata yang ada di Kabupaten Bekasi. Menurut dia, promosi dapat dilakukan melalui promosi digital sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Promosikan destinasi pariwisata yang menjadi kebanggan kita (Kabupaten Bekasi) kepada wisatawan lokal maupun luar daerah. Kan ada banyak destinasi wisata di Kabupaten Bekasi, bahkan saat ini juga ada destinasi wisata yang dikelola warga sekitar seperti, Wisata Outbond Kawung Tilu Bojong Rangkas, Kecamatan Cikarang Timur dan Taman Bunga Matahari di Kecamatan Sukakarya,” ujarnya.

Diketahui, saat ini Kabupaten Bekasi lebih dikenal sebagai daerah dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Padahal, di luar itu, Kabupaten Bekasi memiliki potensi wisata yang terbilang beragam dan komplit. Mulai dari wisata keagamaan, wisata alam, wisata sejarah hingga wisata industri.

Sedikitnya terdapat tujuh destinasi wisata yang siap ditawarkan, di antaranya empat wisata alam, yakni Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong, kawasan agrowisata di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu, Situ Abidin di Desa Karangmulya Kecamatan Bojongmangu dan Situ Cibeureum di Kecamatan Tambun Selatan.

Langkah selanjutnya, Nyumarno mengatakan pemerintah daerah harus mendorong investasi dan pemilihan dalam pengembangan destinasi, serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, perbaikan dukungan data dan Informasi.

“Lalu penerbitan petunjuk teknis kredit usaha rakyat (KUR) untuk pariwisata sekaligus peningkatan kapasitas SDM di sejumlah destinasi wisata melalui pendidikan vokasi dan program sertifikasi di bidang pariwisata,” kata dia.

Langkah terakhir, lanjut Nyumarno adalah menyusun standar prosedur manajemen krisis kepariwisataan dan membentuk forum manajemen krisis kepariwisataan di sejumlah wilayah yang berada di Kabupaten Bekasi. Hal ini dilakukan khususnya untuk mengantisipasi dan membuat solusi bersama apabila terjadi bencana di sejumlah wilayah sehingga pemulihan bisa lebih cepat disamping antisipasi yang lebih baik.

“Itu langkah jangka pendek. Langkah jangka panjang dengan membangun infrastruktur, promosi, investasi dan peningkatan kualitas SDM,” ucapnya.

Rz- Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Rz/Djapos.com

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *