Studi Kelayakan Baru Dilakukan, Rencana Pembangunan Alun-alun Dipertanyakan 5/5 (1)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Rencana pembangunan alun-alun di Kabupaten Bekasi dinilai tidak direncanakan dengan matang. Soalnya, saat mengajukan anggaran pembebasan lahan pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaaran – Prioritas Perencanaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi belum melakukan kajian atau Feasibilty Study (studi kelayakan).

Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi , Cecep Noor menyayangkan belum matangnya kajian yang dilakukan Pemkab Bekasi. Menurut dia, seharusnya Pemkab Bekasi melakukan studi kelayakan terlebih dahulu agar sarana infrastruktur publik itu benar-benar matang dalam perencanaan.

“Keberadaan alun-alun menurut saya baik sebagai sarana publik dan tentunya sangat penting. Namun, kalau caranya tidak baik juga malah jadi kendala. Ini kan kajian belum dilakukan namun anggaran justru telah diajukan.,” katanya, Kamis (14/11/2019).

Pembangunan alun-alun sebenarnya merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat di setiap kabupaten/kota. Di Kabupaten Bekasi, pemprov rencananya bakal membangun alun-alun di tanah seluas 5 hektar dengan anggaran Rp 10 miliar. Syaratnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi harus menyediakan lahan untuk itu.

Belakangan, penentuan lahan pembangunan alun-alun dipertanyakan. Soalnya, pemkab berencana membangun di luar ibu kota Kabupaten Bekasi, yakni Cikarang Pusat. Pemkab Bekasi justru berencana membangun alun-alun di sekitar Kali Ulu, Cikarang Utara, “dekat” kediaman Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 37,5 miliar telah disepakati dalam rapat paripurna Kebijakkan Umum Anggaaran – Prioritas Perencanaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020 belum lama ini. Padahal, di sisi lain, kajian untuk pembangunan alun-alun serta di mana lokasinya justru belum dilakukan. Bahkan, kata Cecep, pembangunan alun-alun tidak pernah dibahas sebelumnya dengan dewan.

“Jadi belum ada pembahasan sebelumnya dengan kami di Komisi III. Ini tiba-tiba ada anggaran untuk pembebasan lahan, padahal dibahas juga belum. Padahal seharusnya dibahas dulu di komisi sebelum naik pada anggaran. Kegiatannya sebenarnya tidak salah, tapi prosesnya ini ada yang dilewati,” kata Cecep Noor.

ucap dia yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III ini, salah satunya membidangi infrastruktur.

Tidak hanya itu, lanjut pria yang juga menjabar sebagai Wakil Ketua Komisi III ini, pengajuan anggaran pembebasan lahan pun dilakukan tanpa ada kajian yang menguatkan. “Harusnya anggaran diajukan berdasarkan kajian yangkuat. Feasibilty study (studi kelayakan)-nya justu belum jadi tapi anggaran sudah masuk,” ujarnya

Jika berdasarkan pada kebutuhan lahan alun-alun, Pemkab Bekasi sebenarnya masing memiliki puluhan hektar lahan fasos fasum yang bisa digunakan, salah satunya di sekitar Cikarang Pusat.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, Slamet Supriyadi membantah pembangunan alun-alun direncanakan secara tiba-tiba. Sesuai ketentuan pembangunan alun-alun telah dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah dengan Banggar DPRD Kabupaten Bekasi.

Namun begitu, diakui dia, studi kelayakan pembangunan alun-alun belum rampung. Maka dari itu, penentuan lokasi pembangunan pun belum diputuskan. “Untuk lokasi belum ditentukan secara pasti, terkait penempatan lokasi nantinya bisa ditentukan setelah FS rampung dan dipublikasi bersama dengan anggota DPRD,” katanya.

Slamet mengatakan, penentuan lokasi pembangunan alun-alun akan mengikuti kriteria yang diberikan pemprov. Dengan kriteria tersebut, ada kemungkinan alun-alun dibangun di luar kawasan ibu kota.

“Adapun kriteria alun alun yaitu lokasinya jalan utama, dekat dengan masyarakat, dan luasan lahan sekitar 5 hektar. Jadi kami belum tentukan lokasinya. Penempatan lokasi sesuai dengan keinginan pemerintah provinsi dan lokasi atas kesepakatan bersama dengan DPRD, sebab pembangunan tersebut sesuai dengan kebutuhan public sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH),” ucapnya.

Rz
Editor: Rz
Foto: ilustrasi/ist

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *