Dugaan Pengaturan Skor yang Dilakukan Mangament Klub, Eka ‘Ngaku’ Tidak Tahu 5/5 (1)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Bekasi (Persikasi), Eka Supria Atmaja mengaku tidak mengetahui adanya praktek pengaturan skor (Match Fixing) yang dilakukan mangement klub Persikasi.

Seperti diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Mafia Bola mengamankan enam pihak yang diduga melakukan pengaturan skor pada pertandingan semifinal Liga 3 regional Jawa Barat antara Persikasi melawan Perses Sumedang, di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Rabu (6/11/2019). Pada pertandingan itu, Persikasi berhasil menaklukan Perses Sumedang dengan skor akhir 3-2. Gol kemenangnan Persikasi dicetak di injury time.

“Saya tidak mengetahui sama sekali. Saya menyemangati mereka bahwa kita diharapkan oleh masyarakat sepakbola Kabupaten Bekasi maju, tapi bukan dengan cara-cara seperti ini. Bahkan kita memberi bonus-bonus agar memotivasi,” kata Eka kepada djapos.com, Jumat (29/11/2019).

Eka yang juga merupakan Bupati Bekasi mengaku menyesali kejadian tersebut. Selanjutnya ia menyerahkan persoalan itu kepada penagak hukum. Ia pun berharap persoalan itu bisa diselesaikan penegak hukum.

“Itu semua sudah menjadi ranah hukum. Kita juga sangat menyesali kejadian tersebut. Kita ingin persepakbolaan Kabupaten Bekasi maju, masyarakat mendambakan itu semua, tapi harus dengan cara-cara yang baik dengan cara-cara yang sportif, menjujung sportifitas. Jadi tentu saja ini kita sesali, tapi kita serahkan saja pada penegak hukum untuk hal ini diselesaikan,” ucapnya.

Eka juga berpesan kepada pemain Persikasi agar tidak terpengaruh dengan adanya persoalan hukum yang menimpa management klub.

“Intinya kita akan melihat kembali terhadap persikasi. Terhadap para pemain saya ingin tidak terpengaruh dengan ini, karena kita sangat didambakan sekali oleh masyarakat. Kita akan dukung penuh sifatnya yang menjujung sportifitas,” kata dia.

Diketahui, keenam pihak yang diamankan Satgas Mafia Bola diantaranya, MR (57) Ketua Asosiasi Wasit Kabupaten Bekasi yang diduga berperan memberikan uang, BTR (31) Dokter Tim Persikasi diduga membagikan uang kepada perangkat wasit, HR (40) sebagai wasit diduga mengetahui wasit utama menerima uang, DSP (41) selaku wasit yang memimpin pertandingan antara Persikasi melawan Perses Sumedang diduga memenangkan Persikasi, SHB (46) sebagai Manager Tim Persikasi diduga memberikan uang dan DS sebagai pengawas pertandingan yang diduga turut menerima uang.

Selain enam yang diamankan, Satgas Mafia Bola juga menetapkan tiga orang sebagai daftar pencarian orang (DPO) diantaranya, HN alias Sogong (48) yang merupakan EXCO PSSI Jawa Barat yang diduga menerima uang dari BTR, NS (46) istri kedua Sogong diduga turut menerima uang transfer hasil Match Fixing dari BTR dan KH (32) yang merupakan bendahara atau pengurus Persikasi yang diduga memberikan uang kepada BTR.

Rz-Djapos.com
Editor: Rz
Foto: ist

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *