Pernah Bersaing dengan Vicky Prasetyo, Mantan Kades Ditahan Kejari Kabupaten Bekasi Lantaran Ini 5/5 (3)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menahan mantan Kepala Desa (Kades) Karang Asih, Cikarang Utara, Asep Maulana, Senin (9/12/2019). Pria yang sudah dua kali menjabat sebagai kepala desa ini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam perkara dugaan korupsi dana desa.

Asep Mulyana yang pernah bersaing dengan Vicky Prasetyo pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Asih pada tahun 2012 diduga menyalahgunakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Karangasih tahun 2016. Total kerugian negara pada kasus ini sekitar Rp1 miliar.

“Total APBDes Karangasih pada 2016 sekitar Rp3 miliar. Sumbernya dari provinsi, ADD dan juga dari Kabupaten Bekasi. Dari hasil penghitungan BPKP ada penyimpangan sekitar Rp1 miliar,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi, Angga Dhielayaksa.

Pada kasus penyalahgunaan APBDes ini, Asep Maulana berperan lebih dominan. Namun Angga tak menampik jika akan ada tersangka lain pada kasus ini.

“Siapa-siapa saja yang terlibat, nanti akan terungkap di fakta persidangan. Saat penyalahgunaan APBDes, tersangka masih menjabat sebagai kepala desa,” ucap dia.

Angga mengatakan, ada beberapa bukti dari kasus ini. Di antaranya kuitansi dan stempel yang diduga ‘bodong’. Bukti-bukti tersebut ditemukan saat penggeledahan.

“Tentunya dua alat bukti sudah kami penuhi. Nanti akan kita buka di persidangan,” ujarnya.

Penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan APBDes Karangasih ini dilakukan sejak 2018 lalu. Lamanya proses pengungkapan kasus ini karena saat itu Kabupaten Bekasi akan melaksanakan Pilkades serentak.

“Dari 2018 mau ke 2019 di Kabupaten Bekasi ada Pilkades serentak. Kemudian juga ada Pilpres. Kita tidak mau penegak hukum di sini dijadikan suatu alat politik. Iya memang agak molor (pengungkapan kasus). Tapi secara keseluruhan kita profesional. Siapapun akan kita tindak,” kata dia.

Saat ini Asep Maulana ditahan di Lapas Kelas III Cikarang untuk 20 hari ke depan. Ia dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Rz-Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Rz/Djapos.com

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *