Bersepeda, Kejari Kabupaten Bekasi Sasar Milenial Sosialisasi Anti Korupsi

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Dengan menggunakan sepeda, puluhan jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menyambangi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 01 Cikarang Pusat, Selasa (10/12/2019). Kedatangan mereka guna memberikan penyuluhan hukum serta mengenalkan tugas dan fungsi jaksa kepada ratusan siswa SMPN 01 Cikarang Pusat.

Penyuluhan hukum ini dikemas menarik dengan gaya menyerupai jaksa yang sedang bercerita dampak dari korupsi. Selain bersepeda, di sepanjang jalan para jaksa mengampanyekan bahayanya korupsi kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi 2019 yang digelar Kejari Kabupaten Bekasi.

“Sekolah ini merupakan cikal bakal penerus bangsa, maka kami pun bertanggung jawab untuk memberikan kesadaran dari sejak dini mengenai anti korupsi,” kata Kepala Kejaksan Negeri Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari.

Mahayu mengatakan korupsi telah mampu mengakibatkan pertumbuhan suatu bangsa terhambat, pembangunan terganggu dan kesejahteraan tidak dirasakan rakyatnya.

“Maka dari itu, tidak boleh tuh yang namanya ngutip uang sana-sini, ngutip uang jajan apalagi ngutip biaya sekolah. Itu artinya kita sudah korupsi. Yang dikorupsi siapa? Orang tua kita tentunya,” ucap dia di harapan para siswa yang terlihat begitu menyimak penyampaian Mahayu.

Diungkapkan Mahayu, kegiatan tersebut sesuai dengan tema Hari Anti Korupsi 2019 yang menyasar para kaum milenial. Menurut dia, pencegahan korupsi ini tidak hanya harus dilakukan pada kaum elit namun juga di semua elemen masyarakat dari berbagai kategori umur. Kali ini, penyuluhan diberikan pada para kaum muda sebagai tindak pencegahan sejak dini.

“Yang penting bagaimana nih korupsi ini, adik-adik kita tahu tidak. Setelah tahu tentu hal ini harus dihindari, dicegah sejak dini. Dengan semangat anti korupsi yang dipupuk sejak awal, diharapkan pada setiap harinya mereka pun tidak menyentuh apa itu yang namanya korupsi. Ini kewajiban kita pada generasi bangsa,” ujarnya.

Selain korupsi dalam bentuk uang, Mahayu pun mengingatkan bahayanya korupsi terhadap waktu. “Ini juga terlihat enteng tapi berat juga padahal. Misalnya waktu belajar digunakan untuk main, tentu ini kan korupsi yang tentu akibatnya pada diri sendiri,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Mahayu pun mengenalkan bagaimana profesi seorang jaksa. Meski berperan penting dalam penegakkan hukum, profesi jaksa justru tidak banyak dikenal. Kalah populer dibanding profesi dokter atau polisi.

Benar saja, pada jaksa bercerita ini, banyak siswa yang tidak mengetahui profesi jaksa. Ada pun yang tahu soal jaksa karena ayahnya bekerja sebagai jaksa. Mahayu pun mengenalkan jaksa mulai dari pakaian yang dikenakan saat tugas harian atau toga yang dipakai saat sidang.

“Ini sebagai kaderisasi. Kami pun tentu ingin banyak anak-anak kita yang bercita-cita menjadi jaksa, tapi mereka juga banyak yang tidak tahu. Bahkan jaksa dikira sama dengan hakim pengadilan,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan, Kusuma Ridwan mengapresiasi kegiatan jaksa bercerita ini. Dia berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin ke sejumlah sekolah lainnya.

“Karena kan ternyata banyak juga yang tidak tahu korupsi itu apa, tidak sadar kalau pernah melakukan korupsi. Paradigma ini perlu sama-sama diubah sejak dini,” ucapnya.

Rz-Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Rz/Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *