Tanggul Citarum Retak Parah, Dua Desa di Muaragembong Terancam ‘Tenggelam’ 5/5 (1)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Warga Muaragembong, Kabupaten Bekasi meminta pemerintah segera memperbaiki tanggul Sungai Citarum. Warga merasa khawatir tanggul tersebut jebol sewaktu-waktu karena kondisinya yang sudah retak parah.

“Warga sangat khawatir bisa putus akses jalan karena sudah masuk musim hujan. Kalau hujan terus tentunya bisa meningkatkan volume air di Sungai Citarum,” kata Sekretaris Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Ahmad Qurtubi.

Ia menyebut tahun lalu saja banjir akibat jebolnya tanggul Citarum telah menghancurkan 14 rumah warga. Sementara tahun ini Qurtubi mengatakan debit air sungai lebih besar dari tahun sebelumnya dan berpotensi menenggelamkan dua desa tersebut.

“Sampai saat ini sih belum ada yang mengungsi, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Camat Muaragembong, Lukman Hakim mengatakan warga dihantui rasa takut dengan kondisi tanggul yang sudah retak parah. Ia mengaku sudah melaporkan kondisi tanggul itu kepada Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) untuk diteruskan ke bagian penanganan di sana serta Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi

“Kami sudah laporkan kondisi tanggul ini dan alhamdulillah tadi pagi tim dari Satgas BBWSC sudah di lokasi untuk survey dan inventarisasi awal .Harapan kami segera dicarikan solusinya mengingat keberadaan tanggul sudah mengkhawatirkan,” kata Lukman, Jumat (10/1/2020).

Lukman menuturkan dua tanggul Sungai Citarum yang kondisinya rusak parah yakni tanggul gobah di Desa Pantai Bahagia dan tanggul singkil Desa Pantai Bakti. Bahkan menurut dia tanggul singkil yang berlokasi di RT 2 dan 3, RW 6 Kampung Biyombong terpantau amblas.

 “Tanggul itu tidak kuat menahan debit air yang tinggi sejak hujan awal tahun kemarin,” katanya.

Lukman mengaku pihaknya sedang melakukan upaya perbaikan tanggul sementara dengan menguatkan pondasi tanggul memakai bambu dan karung.

“Sedang dan masih berlangsung saat ini perbaikan tanggul singkil dibantu Kades setempat dan warga melalui bantuan material dari BPBD yang datang pagi tadi,” ucap dia.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya mengatakan pihaknya telah mendistribusikan material berupa bambu sebanyak 600 batang serta 1.000 karung untuk perbaikan sementara tanggul singkil.

“Di lapangan sedang dikerjakan saat ini, memakai alat berat yang disewa aparatur pemerintah setempat untuk pengurukan tanah serta peninggian tanggul,” katanya.

Sementara tanggul gobah di Desa Pantai Bahagia hingga hari ini belum tersentuh perbaikan padahal debit air di sana sudah nyaris sepadan dengan tinggi tanggul.

Rz – Djapos.com
Editor: Rz
Foto: ist

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *