Tingkatkan Capaian Target, Bapenda Kabupetan Bekasi Cetak Massal SPPTP2 Lebih Awal

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melakukan cetak massal Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan (P2) lebih awal.  Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan pencapaian target dan menghindari keterlambatan pendistribusian SPPT kepada wajib pajak (WP). 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Uju mengatakan, dengan dicetaknya SPPT PBB-P2 lebih awal, diharapakan penyampaian atau pendistribusian kepada WP lebih cepat dan tepat. Ia pun mengapresiasi kinerja Bapenda Kabupaten Bekasi yang melakukan cetak massal SPPT, PBB-P2 lebih awal. 

“Setelah ditetapkan SPPT segera didistribusikan dan pastikan itu sampai ke wajib pajak, kalau ada SPPT yang tidak sampai ke wajib pajak agar segera dikembalikan,” kata Uju, Kamis (23/1/2020).

Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Herman Hanapi mengatakan, amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bekasi Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pajak Daerah dimana Pajak Daerah merupakan salah satu sumber Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) yang digunakan pemerintah untuk menjalankan program-program kerjanya.

“Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber Pendapatan Daerah yang cukup potensial sebagai sumber pembiayaan kegiatan pemerintahan,” katanya.

Menurut dia, pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat menunjang untuk pembangunan daerah dan mensejahterakan masyarakat. “PBB-P2 Kabupaten Bekasi mempunyai kontribusi terhadap pendapatan daerah kurang lebih sebesar 20%,” ucapnya.

Herman mengungkapkan, target PBB-P2 tahun 2020 sebesar Rp.553.186.313.757. Potensi PBB-P2 tahun 2020 mengalami kenaikan Sebesar Rp. 78.121.565.733, atau setara mengalami kenaikan15,53% dari tahun 2019 sehingga menjadi RP. 581.248.982.629. Sehingga dengan jumlah total SPPT sebanyak 1.025.820 lembar, dijadwalkan selesai pada akhir bulan Februari.

 “Artinya dalam setiap tahun wajib pajak mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Herman menambahkan, setelah dicetak nanti semuanya akan dibagikan kepada seluruh objek pajak (OP) yang tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi .

“Teknisnya bisa disalurkan langsung tim pendapatan atau melalui camat, desa dan kelurahan untuk diserahkan kepada Wajib Pajak di wilayah masing-masing,” tutupnya.

Rz-Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Humas Pemkab Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *