Pemkab Bekasi Cetak Massal 191.442 e-KTP

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melakukan pencetakan massal 191.442 Kartu Tanda Penduduk  Elektronik (e-KTP). Pencetakan dilaksanakan terpusat di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Cikarang Pusat. 

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan, tidak seluruh Kabupaten atau Kota di Indonesia mendapat kesempatan tersebut. Iapun menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebelumnya meminta kesanggupan Pemkab Bekasi untuk dapat menyelesaikan permasalahan e-KTP. 

“Atas upaya yang kami lakukan dan juga dukungan Bapak Bupati kami sampaikan kesanggupan untuk menyelesaikan Pencetakan e-KTP dihadapan Dirjen Dukcapil,” kata Hudaya, Selasa (4/2/2020).

Hudaya menuturkan, Pemkab Bekasi diminta menyelesaikan pencetakan e-KTP baik Print Ready Record (PRR) maupun Surat Keterangan, dan antrian di Kecamatan agar dapat selesai pada awal Maret 2020.

Menurutnya, sejumlah operator kecamatan dan operator Disdukcapil yang dikerahkan akan bertugas dari pagi hingga malam hari. Hal itu dilakukan sebagai upaya pemenuhan pencetakan massal e-KTP. Ia berharap semua dapat berkomitmen untuk menyelesaikan tepat waktu.

“Tentunya ini perlu kerja keras dan keseriusan  jajaran kami, agar mampu menyelesaikan target yang ditetapkan oleh Pak Dirjen Dukcapil Kemendagri baik semua data PRR (Print Ready Record) maupun yang masih menggunakan Suket,” katanya.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atamaja yang memantau langsung proses pelaksanaan pencetakan e-KTP mengatakan bahwa permasalahan pelayanan publik harus segera diselesaikan.

“Permasalahan pelayanan publik, terkait dengan pelayanan e-KTP menjadi primadona di masyarakat tentunya. Dengan pelayanan kita lebih baik lagi dengan e-KTP, akan berdampak pada masyarakat. Ini salah satu pelayanan publik yang akan kita suguhkan,” kata Eka.

Kedatangannya sekaligus memberikan semangat kepada staff yang bertugas. Sebanyak 46 orang operator Kecamatan dan operator Disdukcapil dikerahkan dengan menggunakan 24 mesin percetakan. Dimulai sejak 3 Februari hingga awal Maret 2020. Hal itu dilakukan agar dapat menyelesaikan target dengan tepat waktu.

“Tetap semangat kepada para petugas, saya berharap ini dapat selesai tepat waktu. Sengaja saya datang ke sini, melihat secara langsung, luar biasa semangat Bapak-Bapak sekalian. Semoga program kita, layanan antar itu sudah bisa berjalan,” ujarnya.

Eka menekankan, akan menindak tegas jika masih ada pungli dalam segala proses pembuatan administrasi Kependudukan dan pelayanan publik lainnya.

“Saya sudah memberikan surat edaran atau Whatsapp (WA) Grup kepada masing-masing perangkat daerah, bukan hanya Disdukcapil. Semua yang ada terkait dengan pelayanan publik, saya tegaskan, kalau memang masih ada pungli, kalau memang masih percaloan, saya akan tindak tegas!,”kata Eka.

Rz-Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Humas Pemkab Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *