Telan Anggaran Rp 13 Miliar dan Baru Digunakan Tujuh Bulan, SMPN 3 Karangbahagia Alami Kerusakan 5/5 (1)

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Kondisi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Karangbahagia, Kabupaten Bekasi mengalami sejumlah kerusakan. Padahal, sekolah yang dibangun pada tahun 2018 dengan menelan anggaran Rp 13 miliar itu baru tujuh bulan digunakan.

Yudi salah seorang staf tata usaha SMP Negeri 3 Karangbahagia mengatakan, sekolah baru beroperasional sekitar Okober 2019 lalu. Menurutnya, bangunan sekolah awalnya terlihat baik namun, ketika diguyur hujan, seumlah kerusakkan mulai ditemukan.

“Awalnya tidak begini. Pertama kali pindah, biasa saja. Tapi pas musim hujan kemarin jadi begini. Ya seperti lantai terus cat kan pada luntur,” katanya.

Berdasarkan pantauan, Selasa (11/2/2020), sekolah yang dibangun setinggi tiga lantai itu tidak seperti bangunan baru. Cat yang dikolaborasikan antara putih, kuning dan biru itu memudar. Warna biru yang menghiasi setiap pilar bangunan telah menjadi pudar.

Pilar pun tidak membuat bangunan tampak kokoh. Sebaliknya, pilar yang yang dibangun justru tidak simetris. Pilar tidak berdiri tegak, bahkan cenderung tidak rata. Kondisi ini membuat kekuatan bangunan dipertanyakan.

Kerusakan lain terdapat pada susunan anak tangga. Di bangunan setinggi tiga lantai ini, pembangunan tangga dipusatkan di tiga titik yakni di sayap kanan dan kiri serta di bagian paling utara gedung. Namun, sayangnya, pembangunan tangga tidak rata.

Anak tangga di setiap lantai memiliki ukuran yang berbeda. Beberapa anak tangga memiliki ketinggian sekitar 20 sentimeter tapi ada juga yang di bawah 10 sentimeter. Tidak hanya ketinggian yang tidak rata, tangga pun nampak tidak kokoh. Saat diinjak, tangga seperti hendak rapuh. Pegangan tangga yang dibuat dari besi pun telah sudak keropos.

Kemudian kerusakan lainnya yakni keramik di beberapa kelas yang hancur. Layaknya sekolah lain di Kabupaten Bekasi yang lama tidak direnovasi, banyak keramik mengelupas. Tidak hanya di dalam kelas, keramik yang hancur pun terdapat di lorong akses masuk sekolah dan pilar raksasa di depan.

Namun, keramik yang hancur ini sudah mulai diperbaiki. Kemarin, sejumlah tukang mulai memerbaiki keramik tersebut. SMPN 03 Karangbahagia merupakan sekolah yang baru dibuka. Saat ini, sekolah baru memiliki satu angkatan di kelas VII dengan jumlah tiga rombongan belajar.

Kondisi lantai yang rusak tengah diperbaiki sejumlah pekerja.

Kendati sekolah baru, bangunan yang didirikan termasuk besar. Sekolah yang baru dibangun ini memiliki total 22 kelas. Namun, karena siswa yang bersekolah baru tiga rombel, jadi hanya tiga kelas yang digunakan, ditambah ruang guru. Sayangnya, meski mayoritas ruang kelas belum digunakan, namun banyak ruang kelas itu rusak.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, pembangunan SMP 3 Karangbahagia dilaksanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2018 dengan pagu sekitar Rp 15 miliar, pembangunan itu dimenangkan oleh kontraktor yang dengan penawaran Rp 13 miliar.

“Fasilitas SMP Negeri 03 Karangbahagia diantaranya, musholla, kantin, ruang kesiswaan, perpustakaan, ruang guru, dan ruang kelas 24 lokal. Luas lantai bangunan 3.289 m2 dan luas lapangan 856 m2,” kata Iman.

Iman mengakui terdapat beberapa kerusakan pada bagian atap, dinding dan lantai. Namun, sejumlah kerusakan telah diperbaiki pihak kontraktor.

“Ada beberapa kerusakan seperti plafon dan lantai yang lepas. Informasinya karena diguyur hujan terus. Paada awal tahun 2020 hujan tidak berhenti selama dua hari kan. Tapi saat ini sedang diperbaiki jadi terus kami benahi,” kata dia.

Sedangkan, berdasarkan hasil audit BPK, terdapat temuan kelebihan membayar sekitar Rp 232.098.800 namun telah dikembalikan. “Pembangunan tersebut sudah diperiksa BPK tahun 2019 dan ada temuan hasil pemeriksaan sebesar Rp 232.098.800, dan sudah dikembalikan,” ucapnya.

Atas kondisi itu, puluhan mahasiswa dari berbagai kampus telah melaporkan dugaan korupsi pembangunan SMPN 3 Karangnahagia ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Senin (10/2/2020) kemarin. Mahasiswa menduga kerusakan yang terjadi karena adanya kecurangan yang dilakukan kontraktor pada saat mengerjakan.

Rz-Djapos.com
Editor: Rz
Foto: ist

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *