Diduga Palsukan Stempel Pemda, Kontraktor Anak Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Diciduk

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menangkap Rizka Afriani, seorang kontraktor asal Kabupaten Bekasi di kediamannya di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Selasa (18/2/2020). Diduga penangkapan berkaitan dengan pemalsuan stempel milik sejumlah dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Tertangkapnya anak dari mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Abay, itu berawal dari beredarnya video penangkapan berdurasi 47 detik. Dalam video itu beberapa anggota polisi berpakaian preman mendatangi kediaman Rizka di sebuah rumah bercat merah muda.

Selain Rizka, terdapat juga sejumlah orang lainnya yang anak buah dari kontraktor yang membangun SMP 3 Karangbahagia ini.

“Awalnya saya nggak tahu, waktu itu saya dicariin dibel sama Riki temen saya di kantor desa untuk jadi saksi. Kata polisinya masa saya ngangkut orang nggak ada saksinya. Polisinya dari Polda katanya. Pak Dimas namanya,” kata Ketua RT 06/03 Desa Sukamahi, Kinan saat ditemui di Kantor Desa Sukamahi, Rabu (19/2/2020).

Kinan mengungkapkan, peristiwa penangkapan terjadi sekitar pukul tiga sore. Menurut dia, anggota kepolisian yang tidak mengenakan pakaian dinas saat itu meminta dirinya menjadi saksi penangkapan Riska beserta anak buahnya.

“Kemarin (Selasa, 18 Februari) jam tiga sore. Selesainya jam empat. Yang diamankan tujuh orang sama Bu Riska. Semuanya diborgol yang ada di dalam rumah, namun hanya Rizka yang tidak diborgol sebab dia (Rizka) ngelawan terus. Semuanya di bawa menggunakan dua mobil mewah yang ada di rumah di lokasi penangkapan,” ucapnya.

“Bapak mah nggak apa-apa, cuma saksi saja, masa saya nangkap orang nggak ada sakisinya kata Pak Dimas,” sambung Kinan.

Selain mengamankan tujuh orang, jelas Kinan, Polisi juga mengamankan satu buah koper yang berisikan stempel beserta dokumen. Ia juga mangaku mendapatkan informasi sementara penangkapan itu karena adanya dugaan pemalsuan dokumen.

“Katanya stempel palsu. Stempel pemda ada, stempel desa juga ada. Pokoknya satu koper itu stempel diambil, pembukuan-pembukuan, itu di rumahnya masih penuh. Stempulnya puluhan, tiap desa hampir ada,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Kepolisian Polda Metro Jaya, Dimas membenarkan adanya penangkapan tujuh orang termasuk Rizka.

“Iya benar ada penangkapan di Cikarang Pusat, dan untuk barang bukti yang dibawa sejumlah setempel dan dokumen. Namun untuk lebih jelasnya saya tidak dapat memberikan informasi, karena saya takut salah,” kata dia.

Rz-Djapos.com
Editor: Rz
Foto: Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *