Pemkab Bekasi Gencar Tekan Angka Kasus Stunting, Ini Upaya yang Dilakukan

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus gencar menekan angka kasus Stunting di wilayah Kabupaten Bekasi. Seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa diminta untuk menjadikan menjadikan program pencegahan stunting sebagai bagian dari rencana kerja.

Untuk diketahui, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya.

“Saya meminta kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan agar secepatnya direalisasikan sesuai dengan jadwal dan tepat sasaran,” kata Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja saat penadatanganan Deklarasi Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Stunting oleh para pemangku kebijakan melalui acara Rembug Stunting yang digelar secara virtual di Command Center, Gedung Diskominfo Kabupaten Bekasi, Kamis (18/6/2020).

 Eka berharap target percepatan penanganan stunting di tahun 2021 dapat diselesaikan secara tepat waktu di semua lokus, tanpa harus menunggu sampai tahun 2022.

“Jadi saya harap ada keseriusan dari seluruh perangkat daerah yang ada agar bisa mencapai target percepatan penanganan stunting sesuai dengan target. Mari kita bersama-sama kampanyekan Stop Stunting Itu Penting, di wilayah Kabupaten Bekasi,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainarti mengatakan, perkembangan prevalensi angka stunting di Kabupaten Bekasi selama dua tahun terakhir meningkat.

“Menurut data yang didapat dari Kementerian Kesehatan, perkembangan prevalensi angka stunting di Kabupaten Bekasi selama dua tahun terakhir meningkat. Dimana di tahun 2016 itu sebesar 20,3 kemudian di tahun 2017 sebesar 23,7 dan terakhir tahun 2018 mencapai angka 26,4,” jelasnya

Menurut Sri Enny menekan angka stunting merupakan suatu hal yang penting. Terlebih stunting sendiri dapat menyebabkan empat kali resiko kematian dengan rentan usia 0 sampai 4 tahun.

“Stop stunting itu penting, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif,” katanya.

Kepala Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi pada Badan Perncanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Irsan menambahkan, stunting merupakan salah satu program nasional dari Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Ada 8 aksi integrasi intervensi penurunan angka stunting, yang pertama analisa situasi, rencana kegiatan dan sekarang kita ada di tahap tiga yaitu rembuk stunting,” ucapnya

Menurutnya, rembuk stunting sendiri merupakan suatu komitmen oleh pemangku kepentingan untuk melaksanakan program percepatan pertumbuhan stunting di Kabupaten Bekasi ini.

Irsan menyebutkan, di Kabupaten Bekasi ini ada sebanyak 29 program dan 68 kegiatan untuk mencegah pertumbuhan angka stunting. Angka ini belum termasuk kegiatan di setiap Desa untuk menangani program stunting ini.

“Sekarang ini bukan bagaimana kita menangani stunting, tapi bagaimana kita mencegah stunting sejak dini,” ucapnya.

Humas Pemkab Bekasi
Editor: Rz
Foto: Humas Pemkab Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *