Pemkab Bekasi Pangkas 70 Persen Anggaran Dinas PUPR, Dua Proyek Jembatan dan Penanganan Banjir Jabodetabekpunjur Tetap Dilakukan

Kabupaten Bekasi, Djapos.com –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terpaksa memangkas 70 persen anggaran pembangunan infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun ini. Dari total anggaran sekitar Rp 780 miliar di Dinas PUPR, sebanyak Rp 540 miliar diantaranya dialihkan untuk penanganan covid-19.

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, pemangkasan anggaran merupakan hasil refocusing sesuai dengan instruksi Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk penanganan covid-19. Di mana daerah harus memangkas 35 persen dari total anggaran.

“Mayoritas pekerjaan infrastruktur yang ditiadakan berada di bidang bangunan negara. Hampir keseluruhan proyek pembangunan di bidang bangunan negara ditiadakan, termasuk pembangunan sekolah dan puskesmas, baik bangunan baru maupun perbaikan. Adapun pekerjaan hanya berupa pemeliharaan kecil seperti pengecatan gedung dan sebagainya,” kata Iman kepada djapos.com, Jumat (18/6/2020).

Ditiadakannya pembangunan ini sebenarnya berbanding terbalik dengan komitmen Pemkab Bekasi yang hendak membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan secara masif di tahun ini. Hanya saja, dengan kondisi pandemi, seluruh program pembangunan harus ditunda.

“Kenapa pembangunan gedung yang ditiadakan, karena kami menilai proses pembangunannya kan memerlukan banyak orang. Dengan kondisi pandemi saat ini, pengerahan banyak orang menjadi riskan. Apalagi proyek biasanya berada di tengah pemukiman warga,” ujar Iman.

Akibat pemangkasan itu, mayoritas pembangunan insfrastruktur tahun ini batal dilakukan. Namun demikian terdapat sejumlah proyek yang dikerjakan, di antaranya pembangunan dua jembatan besar di Jalan Inspeksi Kalimalang.

“Kedua jembatan yang tetap dikerjakan yaitu jembatan Cibitung-Tegalgede konstruksi box steel girder dengan bentang mencapai 70 meter senilai Rp 36 miliar dan jembatan Sukadanau Cikarang Barat konstruksi girder beton sepanjang 40 meter dengan anggaran Rp 17 miliar. Awalnya sebenarnya ada tiga jembatan yang hendak dibangun, tapi dari hasil refocusing akhirnya dua bisa dikerjakan,” ucap Iman.

Selain jembatan, proyek penanganan banjir tetap dilaksanakan. Menurut Iman, hal itu sesuai dengan komitmen bersama sejumlah pemerintah daerah dan lima kementerian, penanganan banjir Jabodetabekpunjur akan dilaksanakan tahun ini.

“Seperti normalisasi sungai itu tetap dikerjakan tahun ini. Segala upaya pencegahan banjir tetap dilaksanakan. Kemudian anggaran tanggap darurat seperti jalan yang longsor di CBL tetap dikerjakan,” kata alumnus Fakultas Teknik Universitas Dipenogoro ini.

Meski mayoritas anggaran dipangkas, kata Iman, kondisi ini relatif lebih baik dibandingkan daerah lainnya. Soalnya, masih terdapat sejumlah proyek infrastruktur prioritas yang dikerjakan.

“Misalkan di beberapa daerah lain itu hampir seluruhnya kegiatan dihentikan. Semisal DKI Jakarta pun yang proyek besar tidak berjalan. Tapi di Kabupaten Bekasi masih ada yang bisa dikerjakan,” ucapnya.

Rz – djapos.com
Editor: Rz
Foto: Dok Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *