Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Terima Hewan Kurban dari Pihak Swasta, Gratifikasi?

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi menerima hewan kurban dari sejumlah pihak swasta. Hewan kurban dari pihak swasta itu berupa sejumlah sapi.

Dari pemantauan djapos.com di kantor para wakil rakyat itu, sejumlah hewan kurban berupa sapi dari pihak swasta tiba di kantor DPRD Kabupaten Bekasi sejak 29 Juli hingga 30 Juli 2020. Sejumlah sapi terlihat diturunkan dari kendaraan roda empat ke halaman yang berada di samping gedung DPRD Kabupaten Bekasi.

Bahkan salah seorang pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, M Nuh langsung memilih sapi tersebut sebelum sapi diturunkan dari kendaraan roda empat. “Yang ini buat saya nih. Langsung antar saja ke alamat ini,” katanya usai menerima langsung hewan kurban di halaman gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (29/7/2020).

Menurut M Nuh, pemberian hewan kurban dari pihak swasta itu bukan merupakan bentuk gratifikasi. Alasannya, kata dia, hewan kurban  yang diterimanya akan dibagikan kepada warga setelah melalui proses pemotongan.

“Oh bukan (gratifikasi), kan motongin buat warga, bukan buat saya. Saya nggak nerima duit. Ini kan proposal atas nama masjid bukan saya,” ucapnya.

M Nuh mengaku tidak tahu dari mana berasalnya hewan kurban itu. Namun demikian dia mengaku sebelumnya telah mengajukan proposal kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi.

“Kami mengajukan ke Bappeda, selanjutnya saya tidak tahu dari perusahaan mana ini sapinya,” ucap Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi ini

Untuk diketahui, pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi terdiri dari empat orang pimpinan, yaitu Aria Dwi Nugraha dari partai Gerindra selaku ketua, M Nuh dari PKS wakil ketua, Soleman dari PDIP dan Novi Yasin dari patrtai Golkar.

Pemberian berupa uang, barang, komisi, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata dan fasilitas lainnya kepada penyelenggara negara merupakan bentuk gratifikasi, anggota DPRD merupakan penyelenggara negara.

Sementara itu, seorang supir pengantar sapi mengatakan sapi itu akan diberikan untuk empat pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi. Namun demikian, dia mengaku tidak mengetahu dari mana empat ekor sapi itu berasal.

“Ini empat ekor untuk pimpinan, dari mananya saya kurang tahu, saya hanya di

suruh mengantar saja,” kata salah satu pengantar hewan kurban yang tidak mau menyebutkan namanya.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto: Rz/Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *