Sejumlah Proyek Masuk Tahap Akhir Tender, Pemkab Bekasi Pastikan Pembangunan Dimulai

Kabupaten Bekasi, Djapos.com –Meski dalam konisi pandemi covid-19, pembangunan di Kabupaten Bekasi akan segera dimulai. Soalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah memastikan proses lelang sejumlah proyek telah memasuki tahap akhir.

Kepala Bagian ULP Beni Nugraha menyatakan, sebagian besar proses lelang telah rampung. Selanjutnya proses dikembalikan ke setiap organisasi perangkat daerah untuk direalisasikan dalam bentuk pembangunan.

“Ada lebih dari 150 pekerjaan yang ditenderkan. Sebagian besar sudah selesai dan ada yang mulai dikerjakan ada juga yang kontrak. Namun sebagian besar telah selesai, hanya kurang dari 30 lagi yang kini tengah dilelangkan,” ucap Beni, Jumat (4/9/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kabupaten Bekasi, terdapat 176 proyek yang ditenderkan.

Jumlah tersebut terbilang menyusut dibanding tahun-tahun sebelumnya lantaran lebih dari 50 persen anggaran dialihkan untuk penanganan covid-19. Meski berkurang, namun terdapat beberapa proyek yang menggunakan anggaran cukup besar.

Dari jumlah tersebut, terdapat tiga proyek besar; pertama, belanja jasa konsultasi perencanaan dan belanja modal pada pengadaan bangunan gedung museum. Proyek ini merupakan perubahan fungsi Gedung Juang 45 Tambun menjadi musem Kabupaten Bekasi. Pembangunan museum ini menelan biaya sebesar Rp 36.943.703.000, sekaligus menjadi proyek dengan anggaran terbesar.

Kedua, belanja konstruksi pembangunan jembatan Kali Cikarang pada sisi utara Kalimalang di perbatasan Cikarang Barat dan Cikarang Utara. Pagu pada pembangunan ini mencapai Rp 36.763.398.000.

Ketiga, belanja konstruksi pembangunan jembatan Kali Pelimpah Cikarang pada sisi utara Kalimalang di perbatasan Cikarang Barat dan Utara. Pagu untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp 16.998.525.000.

Selain proyek yang ditenderkan, terdapat lebih dari 500 pekerjaan lain yang digelar dengan cara penunjukkan langsung. Pekerjaan dengan nilai anggaran kurang dari Rp 200 juta ini telah lebih dulu dikerjakan.

“Sesuai ketentuan, meski penunjukkan langsung namun tetap kami tayangkan di LPSE sebagai bentuk tranparansi. Sehingga siapapun bisa melihat dengan leluasa. Untuk yang non tender ini sejak beberapa bulan lalu sudah dilaksanakan,” ucap dia.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto: Rz/dok djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *