Pemkab Bekasi Terapkan PSBB Proporsional

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menetapkan wilayah Kabupaten Bekasi masih akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. Kebijakan itu berbeda dengan kebijakan PSBB penih yang dilakukan DKI Jakarta.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, pihaknya masih mengikuti PSBB proporsional sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor : 443/Kep. 476-Hukham/2020 tentang penerapan PSBB Proporsional untuk wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, sejak 1 September sampai dengan 29 September 2020 mendatang.

Menurut Alamsyah, hingga kini tidak ada perubahan arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana perubahan skema pencegahan penyebaran covid-19.

“Masih sesuai keputusan sebelumnya, PSBB proporsional. Sejauh ini belum ada arahan lebih lanjut,” ucap Alamsyah, Kamis (10/9/2020).

Perbedaan skema pencegahan penyebaran covid-19 ini menjadi yang pertama. Sebelumnya, meski masih wilayah Jabar, Bogor-Depok-Bekasi kerap mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta.

Seperti diketahui, PSBB proporsional merupakan pelonggaran dari PSBB penuh yang sempat diterapkan pada Maret hingga Mei lalu. Proporsional berarti pembatasan sosial yang disesuaikan dengan kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa atau kelurahan hingga tingkat RT dan RW atau pembatasan skala mikro.

Namun setelah dilonggarkan, jumlah kasus covid-19 kembali meningkat sehingga wacana PSBB penuh kembali mengemuka.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, penambahan kasus dalam sepekan terakhir mulai terkendali. Kondisi berbeda dengan dua pekan lalu di mana terdapat peningkatan signifikan setelah ditemukannya klaster industri di beberapa pabrik.

Hingga Kamis (10/9/2020) pukul 11.00, terdapat penambahan 15 kasus baru hingga total menjadi 1.375 kasus. Sebanyak 173 kasus di antaranya merupakan kasus aktif yang kini dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri. Sedangkan di sisi lain, jumlah mereka yang sembuh kini mencapai 1.156 orang atau bertambah 16 orang. Sedangkan yang meninggal tetap 46 orang. Peningkatan ini membuat Kabupaten Bekasi kembali ke zona merah.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto: ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *