Pemkab Bekasi Akan Ambil Tindakan Tegas Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Sanksi tegas mulai diterapkan kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan di Kabupaten Bekasi. Pada penegakkan hari pertama, sedikitnya 27 warga terjaring razia lantaran tidak mengenakan masker. Mereka dikenai sanksi sosial dan denda maksimal Rp 250.000.

Penegakkan aturan ini merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi selama sepekan terakhir kepada warga di sejumlah pusat keramaian.

“Setelah kami lakukan sosialisasi dengan membagikan masker, sekarang penegakannya. Sesuai aturan, yang tidak menerapkan aturan protokol kesehatan, tidak mengenakan masker, kami sanksi hingga kami denda,” ucap Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan saat memimpin operasi yustisi di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Senin (14/9/2020).

Sesuai dengan kebijakkan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar seperti DKI Jakarta, namun tetap memberlakukan pembatasan skala mikro dengan meningkatkan penegakkan aturan. Untuk itu, operasi yustisi mulai digelar.

Pada hari pertama, operasi digelar di empat titik kerumunan warga di antaranya di sekitar Sentra Grosir Cikarang (SGC) Cikarang Utara, Pasar Induk Cibitung, Stasiun Cikarang, serta Terminal Kalijaya Cikarang Barat. Operasi digelar gabungan kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Bekasi.

Hendra mengatakan kegiatan serentak dilakukan di seluruh wilayah hukum Polres Metro Bekasi dengan harapan mampu menyadarkan kembali masyarakat tentang bahaya Covid-19.

“Mobilitas warga perlu kita pantau secara maksimal terutama saat Pemprov DKI mulai memberlakukan PSBB Ketat hari ini. Mudah-mudahan razia masker ini dapat meminimalisir penyebaran virus lewat pergerakan warga,” kata Hendra.

Dari operasi hari pertama, sedikitnya 27 orang disanksi lantaran tidak mengenakan masker. Sanksi berupa denda maksimal Rp 250.000, menyanyikan lagu Indonesia Raya atau membersihkan ruang publik minimal satu jam.

“Tapi bukan Rp 250.000 per orang, itu denda maksimal, jadi semampunya orang saja, ada yang kasih Rp20.000, Rp 15.000. Kalau tidak punya uang sanksi menyanyikan lagu Indonesia Raya di tempat umum, juga sanksi sosial seperti membersihkan ruang publik selama 60 menit,” katanya.

Dari 27 orang tersebut, sebanyak 18 orang di antaranya dikenakan denda dengan total denda yang terkumpul mencapai Rp 525.000. Uang hasil denda itu kemudian diserahkan ke kas daerah Pemkab Bekasi.

Berdasarkan hasil operasi, mereka yang terjaring rata-rata mengaku lupa sehingga tidak mengenakan masker. Namun, di sisi lain, banyak di antara mereka yang justru meremehkan bahasa covid-19.

“Masyarakat yang ditemukan tidak mengenakan masker tidak lagi diberikan teguran, apapun alasannya. Maka langsung kami lakukan penindakan. Ini untuk mendisiplinkan masyarakat,” ucapnya.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto: ilustrasi/ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *