Pemkab Bekasi Siapkan Prosedur dan Infrastruktur Pendukung Belajar Tatap Muka di Sekolah

Kabupaten Bekasi, Djapos.com  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berencana menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal tahun 2021 mendatang. Namun demikian terdapat prosedur yang harus ditempuh agar tidak terjadi penyebaran virus covid-19 di masa pandemi ini.

“Pertama, harus ada rapat terlebih dahulu antara komite dengan kepala sekolah, apakah setuju sekolah mulai memberlakukan kembali pembelajaran dengan cara tatap muka,” kata Kepala Dinas Pendidikanm Carwinda.

Setelah itu, lanjut  dia pihak sekolah mengajukan permohonan ke bupati melalui Dinas Pendidikan untuk menyelenggarakan pembelajaran sistem tatap muka. Pihak Disdik kemudian meninjau ke sekolah untuk mengetahui persiapan dan kelengkapan protokol kesehatannya.

Untuk pembelajaran di tingkat sekolah dasar,  menurutnya akan diberlakukan sistem shift dengan kapasitas 50 Persen setiap shift. Sedangkan untuk tingkat SMP diberlakukan sistem mingguan, seminggu masuk seminggu libur secara bergantian.

“Jika perlengkapan protokol kesehatan telah terpenuhi, misalnya ketersediaan alat cuci tangan dan kebersihan toilet, baru kita ijinkan pembelajaran dengan sistem tatap muka tersebut,” ujarnya.

Disampaikannya pembelajaran dengan sistem tatap muka, paling cepat baru bisa dilaksanakan Januari 2021. Sebelumnya, semua sekolah di Kabupaten Bekasi memberlakukan pembelajaran dengan sistem online atau jarak jauh, sejak pandemi covid-19.

Selain prosedur, Pemkab Bekasi juga tengah menyiapkan infrastruktur pendukung persiapan pembelajaran tatap muka di era new normal. Salah satunya dengan membangun sejumlah toilet yang menerapkan konsep adaptasi kebiasaan baru.

“Pembangunan toilet ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastruktur yang memadai dan mendukung pembelajaran tatap muka di sekolah,” kata dia Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Karya Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro belum lama ini.

Benny menuturkan, pembangunan toilet ini dilakukan dengan menerapkan konsep adaptasi kebiasaan baru. Di setiap sekolah nantinya akan dibangun dua ruang toilet, dua unit urinoar, tempat wudu dan tujuh wastafel.

“Sebanyak lima wastafel di antaranya mengusung konsep new normal dengan menggunakan mekanisme keran injak. Wastafel ini bukan cuma dipasang di toilet tapi juga di sekitar area sekolah. Jadi sebelum masuk sekolah, para siswa cuci tangan dulu,” katanya.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto: ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *