Airnya Hitam dan Bau, Kali Jambe Dipenuhi Lautan Sampah

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Lautan sampah sepanjang 700 meter memenuhi Kali Jambe yang berada di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sampah yang menumpuk itu membentuk daratan di tengah-tengah kali.

Tumpukan sampah yang memenuhi kali berupa sampah plastik, kain, kayu, dahan pohon, dan sampah rumah tangga lainnya.

Selain sampah yang menggunung, air kali terlihat menghitam dan berbau. Bau tak sedap bahkan sudah tercium dari jarak 100 meter. Kondisi ini terjadi di sepanjang 30 kilometer Kali Jambe mulai dari batas Kota Bekasi hingga wilayah Utara Kabupaten Bekasi. Alhasil, empat wilayah kecamatan selalu kebanjiran.

”Ini penyebab banjir besar di wilayah Tambun setiap hujan deras mengguyur Bekasi. ,” kata Pengurus Rt 8/8, Antonius Supriadi (57) yang mengaku kesal dengan kondisi sampah yang terus menumpuk.

Menurut dia, luapan Kali Jambe membuat permukiman yang berada di bantaran Kali terndam banjie yang mencapai hampir 2 meter. Selain itu kata dia, ratusan rumah warga dan 30 mobil di Perumahan Jatimulya Regency terendam banjir.

”Intinya bukan hanya pengangkutan sampah, tapi dilakukan normalisasi, karena sendimentasi sudah tebal di Kali Jambe,” ucapnya.

Sampah Kali Jambe jadi salah satu penyebab sejumlah desa di Tambun terendam banjir pada awal Januari lalu. Sampah yang menumpuk di aliran Kali Jambe berada tepat di bawah persilangan Tol Jakarta Cikampek, tepatnya di Kilometer 19.

Selama satu tahun terakhir, sampah sudah berulang kali mengendap di aliran kali tersebut. Pemerintah daerah sudah delapan kali melakukan pengerukan dan pembersihan sampah dalam kurun satu tahun terakhir. Bahkan, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi tampak kelelahan mengangkut sampah yang menggunung sekitar 150 ton tersebut.

Warga juga sangat menyesalkan Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Bekasi hanya berdiam diri dan terkesan tutup mata dengan kondisi Kali Jambe.

”Kita sudah berusaha melaporkan kepada instansi terkait, tapi tidak ada respon, hanya dilakukan pengangkutan sampah,” kata Ketua Forum Kali Jambe Shadiq Helmi.

Ia menegaskan warga sudah meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan normalisasi Kali Jambe. Sebab, kondisinya sudah memprihatinkan.

”Walaupun sampah  di angkut, percuma saja bila saja tidak melakukan normalisasi, karena sendimentasi tebal membuat Kali Jambe dangkal,” ucap dia.

Ia menjelaskan, sendimentasi Kali Jambe belum tersentuh sama sekali oleh pemerintah, karena ketebalan sampah sudah tidak bisa dihitung. Menurutnya, salah satu solusi dengan melakukan normalisasi, selain sampah terus diangkut ke TPA Burangkeng.

“Jadi semua harus turun tangan mengatasi masalah sampah Kali Jambe,” ujarnya.

Shadiq mengaku pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Bina Marga dan PSDA, namun demikian tidak ada tindak lanjut.

“Tetap saja sampah yang diangkut. Kalau sampah diangkut, nanti itu datang lagi sampah, percuma. Kan ini sungainya udah dangkal, harusnya dinormalisasi,” kata Shadiq.

Ia menegaskan, penanganan Kalijambe harus segera dilakukan karena kebutuhannya mendesak. Hujan yang mengguyur Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir bukan tidak mungkin berakhir menjadi banjir seperti awal tahun lalu.

“Waktu Januari itu, bukannya warga Tambun Selatan saja yang terendam tapi total ada empat kecamatan. Penyebabnya ya dari Kalijambe yang dangkal ini, limpasannya kena ke daerah lain. Soalnya kan ini Kalijambe panjangnya lumayan, 30 kilometer. Jangan sampai banjir besar ini kejadian lagi,” katanya.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto:
 Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *