Dialokasikan Rp5 Miliar, Normalisasi Kali Jambe Tak Kunjung Dilakukan

Kabupaten Bekasi, Djapos.com – Kondisi Kali Jambe dikeluhkan warga sekitar. Warga kesal lantaran lautan sampah sepanjang 700 meter memenuhi Kali yang berada di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi itu.

Sampah Kali Jambe jadi salah satu penyebab sejumlah desa di Tambun terendam banjir pada awal Januari lalu. Sampah yang menumpuk di aliran Kali Jambe berada tepat di bawah persilangan Tol Jakarta Cikampek, tepatnya di Kilometer 19.

Selama satu tahun terakhir, sampah sudah berulang kali mengendap di aliran kali tersebut. Pemerintah daerah sudah delapan kali melakukan pengerukan dan pembersihan sampah dalam kurun satu tahun terakhir. Bahkan, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi tampak kelelahan mengangkut sampah yang menggunung sekitar 150 ton tersebut.

Warga juga sangat menyesalkan Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Bekasi hanya berdiam diri dan terkesan tutup mata dengan kondisi Kali Jambe.

”Kita sudah berusaha melaporkan kepada instansi terkait, tapi tidak ada respon, hanya dilakukan pengangkutan sampah,” kata Ketua Forum Kali Jambe Shadiq Helmi.

Ia menegaskan warga sudah meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan normalisasi Kali Jambe. Sebab, kondisinya sudah memprihatinkan.

”Walaupun sampah  di angkut, percuma saja bila saja tidak melakukan normalisasi, karena sendimentasi tebal membuat Kali Jambe dangkal,” ucapnya.

Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendapat bantuan dari anggaran bagi hasil dengan Pemprov Jabar sebesar Rp 5 miliar. Anggaran itu bahkan dikhususkan untuk normalisasi Kali Jambe dengan dua kegiatan.

Pertama, pembangunan drainase (banjir) normalisasi Kali Jambe sebesar Rp 3 miliar. Kedua, pembangunan drainase (banjir) normalisasi Sub Kali Jambe sebesar Rp 2 miliar.

Namun, hingga kini normalisasi tidak dilakukan Dinas Bina Marga dan PSDA. Pemerintah bahkan hanya mengandalkan pengangkutan sampah.

“Tetap saja sampah yang diangkut. Kalau sampah diangkut, nanti itu datang lagi sampah, percuma. Kan ini sungainya udah dangkal, harusnya dinormalisasi,” kata Shadiq.

Ia menegaskan, penanganan Kalijambe harus segera dilakukan karena kebutuhannya mendesak. Hujan yang mengguyur Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir bukan tidak mungkin berakhir menjadi banjir seperti awal tahun lalu.

“Waktu Januari itu, bukannya warga Tambun Selatan saja yang terendam tapi total ada empat kecamatan. Penyebabnya ya dari Kalijambe yang dangkal ini, limpasannya kena ke daerah lain. Soalnya kan ini Kalijambe panjangnya lumayan, 30 kilometer. Jangan sampai banjir besar ini kejadian lagi,” katanya.

Rz – Djapos.com
Editor: R Radhitya Ardywan
Foto:
 Djapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *